Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026
Buka Munas ke-10 MUI

Jokowi Bicara Soal Dakwah Islam yang Damai dan Tidak Menebar Kebencian

* Minta MUI Kawal Program Vaksinasi
Redaksi - Kamis, 26 November 2020 10:37 WIB
624 view
Jokowi Bicara Soal Dakwah Islam yang Damai dan Tidak Menebar Kebencian
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
SAMBUTAN: Presiden Jokowi memberikan sambutannya melalui video konferensi pada Musyawarah Nasional X MUI, sebagaimana ditayangkan secara daring, Rabu (25/11).
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal keteladanan dan langkah MUI turut mencegah penularan virus Corona (COVID-19). Jokowi pun meminta MUI mengawal program vaksinasi.

"Saya mohon MUI juga dapat membantu mengawal program vaksinasi yang akan segera kita lakukan sebagai jalan keluar untuk mengatasi pandemi, agar kesehatan masyarakat cepat pulih dan ekonomi bisa bangkit kembali," kata Jokowi saat membuka Munas ke-10 MUI melalui rekaman video, Rabu (25/11).

Jokowi mengatakan pemerintah saat ini mengerahkan semua sumber daya untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19, termasuk menyeimbangkan penanganan kesehatan dan ekonomi. Jokowi pun mengapresiasi langkah MUI mengeluarkan fatwa yang menjamin keamanan beribadah umat Islam di masa pandemi ini.

"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada langkah responsif MUI dalam mencegah penularan COVID-19 dengan menyusun sejumlah fatwa dan panduan beribadah untuk memastikan keamanan dan kemudahan umat saat beribadah. Fatwa-fatwa yang sangat kontekstual senapas dengan prinsip-prinsip kemaslahatan," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, MUI konsisten dalam menyuarakan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, termasuk saat beribadah dan berdakwah. Jokowi menyebut keterlibatan MUI bisa menjadi teladan yang baik dan meringankan tugas pemerintah.

"Mengutamakan keselamatan jiwa di tengah ancaman pandemi merupakan prinsip kemaslahatan syariat Islam. Keterlibatan aktif MUI untuk mengajak umat disiplin menjalankan protokol kesehatan akan menjadi teladan yang baik," ungkap Jokowi.

"Dan dengan keteladanan para ulama, para habaib, dan tokoh agama, tokoh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, insyaallah tugas berat pemerintah akan menjadi semakin ringan," sambungnya.

BUKAN MEMUKUL
Jokowi juga bicara soal dakwah Islam yang damai dan tidak menebar kebencian.

"Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus MUI pusat dan daerah di Indonesia atas perannya menjadi jembatan komunikasi antara ulama dengan pemerintah, antara ulama dengan umara, atas kontribusinya dalam mencerdaskan dan memberdayakan ekonomi umat," kata Jokowi.

"Pemerintah mendukung penuh ikhtiar MUI dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin dalam kehidupan bangsa yang majemuk. Corak keislaman di Indonesia identik dengan pendekatan dakwah kultural yang persuasif dan damai, tidak menebar kebencian, jauh dari karakter ekstrem dan merasa benar sendiri," ujar Jokowi.

"Hal ini menunjukkan bahwa semangat dakwah keislaman kita adalah merangkul, bukan memukul, karena hakikat berdakwah adalah mengajak umat ke jalan kebaikan sesuai akhlak mulia Rasulullah SAW," lanjutnya.

Jokowi mengatakan MUI berperan membangun hubungan harmonis, tak hanya di internal umat Islam, tetapi juga antarumat beragama di Indonesia. Menurutnya, Indonesia punya modal besar karena pemerintahnya didukung oleh para ulama.

"Alhamdulillah ikhtiar MUI didukung oleh semua elemen bangsa yang menyadari untuk hidup berdampingan dan bekerja sama demi kebaikan dan kemajuan bangsa. Pemerintah tidak dibiarkan sendirian, namun ditemani bahkan dibantu oleh berbagai ormas Islam, para ulama, para habaib, dan para cendekiawan muslim. Inilah modal berharga kita sebagai sebuah bangsa yang belum tentu dimiliki oleh negara-negara lain," ujarnya.

JAGA JATI DIRI
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin juga memberikan sambutan dalam Munas ke-10 MUI. Dalam sambutannya, Ma'ruf mengibaratkan MUI sebagai kereta api.

"Di berbagai kesempatan saya mengkinayahkan MUI itu seperti kereta api, kereta api itu ada rel untuk jalannya, ada pakemnya, ada rute dan tujuan yang jelas, ada stasiunnya dan banyak gerbong yang mencerminkan beragam ormas dan kelembagaan Islam," kata Ma'ruf di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, yang disiarkan kanal YouTube Wakil Presiden RI, Rabu (25/11).

Ma'ruf mengatakan setiap anggota organisasi harus memiliki tujuan yang sama. Bagi yang tidak mengikuti aturan organisasi, Ma'ruf mempersilakan untuk menaiki kendaraan lain.

Ma'ruf menyatakan menjadi pengurus MUI harus melakukan penyesuaian diri dengan karakter kelembagaan. Dia menyebut label keulamaan sangat kental dengan MUI harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Keberadaan MUI sampai saat ini masih mendapat kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah. Hal itu tidak lain karena keistikamahan pengurus MUI dalam menegakkan prinsip, mabda' dan garis organisasi, khitah yang telah dibangun oleh para pengurus MUI dari masa ke masa," kata dia. (detikcom/a)

Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru