Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Banjir di Jakarta Jadi Sorotan Media Asing

* Anies : 200 RT di Jakarta Terdampak Banjir, 329 KK Mengungsi
Redaksi - Minggu, 21 Februari 2021 10:13 WIB
755 view
Banjir di Jakarta Jadi Sorotan Media Asing
(Foto: Ant/Indrianto Eko Suwarso)
BANJIR DI KEMANG: Petugas mengevakuasi warga menggunakan perahu karet saat banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2). 
Jakarta (SIB)
Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya kemarin tak luput dari perhatian dunia. Sejumlah media asing turut memberitakan banjir tahunan itu.

Media yang berbasis di Singapura, Channel News Asia memberitakan banjir kemarin dalam artikel berjudul "Jakarta slammed by monsoon floods, more than 1,000 forced to evacuate".

"Banjir parah di beberapa daerah di ibu kota Indonesia memaksa lebih dari seribu orang meninggalkan rumah mereka pada Sabtu (20 Februari), dengan badan meteorologi negara memperingatkan bahwa kondisi tersebut akan berlanjut hingga minggu depan," demikian Channel News Asia mengawali artikelnya, Sabtu (20/2).

Media asing tersebut juga menuliskan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai banjir ini.
"Dua ratus RT telah terdampak, menurut data terakhir," kata Anies Baswedan kepada televisi lokal pada Sabtu pagi, menambahkan bahwa lebih dari dua lusin pusat evakuasi telah disiapkan di seluruh kota.

Media asing lainnya, Al-Jazeera juga memberitakan banjir ini dalam artikel berjudul "Monsoon floods hit Indonesian capital, forcing 1,300 to evacuate".

"Meski penduduk Jakarta terbiasa dengan banjir besar di musim hujan, para ilmuwan memperingatkan bahwa banjir semakin parah," demikian ditulis Al-Jazeera dalam artikelnya.

Media yang berbasis di Doha, Qatar itu juga memuat pernyataan Anies Baswedan. "Hujan sudah berhenti, tapi air dari daerah lain masih mempengaruhi Jakarta. Mudah-mudahan tidak sampai ke pusat kota dan saat air surut, orang-orang bisa melanjutkan aktivitasnya," kata Anies seperti ditulis Al-Jazeera.

Media pemerintah China, Xinhua juga memberitakan banjir ini dalam berita foto berjudul "People wade through flood water in Jakarta, Indonesia".

Kantor berita terkemuka, Reuters juga memberitakan dalam artikel berjudul "Indonesia Capital Slammed by Moonson flood, more than 1000 forced to evacuate".

Media yang berbasis di London, Inggris itu juga menyoroti bahwa banjir ini terjadi di saat Indonesia terus berjuang menghadapi pandemi COVID-19, di mana Indonesia merupakan negara dengan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara dan lebih dari 1 juta kasus infeksi saat ini.

MENGUNGSI
Anies Baswedan mengklaim banjir terjadi di sebagian kecil wilayah Jakarta. Selain itu, ada 300-an kepala keluarga (KK) mengungsi akibat banjir tersebut.

"RT yang terdampak jumlahnya 200 RT, dari total 30.070 RT, jadi ada 0,6 persen tempat yang terdampak. Ini data per 09.00 WIB pagi tadi. Kemudian, ada 26 lokasi pengungsian, dengan total 329 KK dari total 2,4 juta KK yang ada di Jakarta," ucap Anies kepada wartawan di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Sabtu (20/2).

Menurut Anis, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan kebutuhan bagi pengungsi. Temasuk adanya tempat isolasi mandisi bagi korban banjir yang positif atau terindikasi virus Corona (COVID-19).

"Saat ini, kita sudah menyiapkan dapur umum, tenda untuk mereka mengungsi sementara, dan juga tenda isolasi mandiri COVID bagi mereka yang memiliki gejala atau terdeteksi dari tes antigen terpapar COVID, obat-obatan dan prasarana juga kita siapkan. Jadi, pemprov DKI Jakarta sejak awal sudah bersiaga," katanya.

Menurut Anies, banjir terjadi karena curah hujan ekstrim di Jakarta namun kapasitas daya tampung drainase yang tidak memadai. Sehingga, air yang tak bisa tertampung meluap ke jalan dan pemukiman.

"Sejak tadi malam, Jakarta dan sekitarnya mengalami hujan yang cukup intensif di Pasar Minggu, ini catatan dari BMKG, curah hujan sampai 226 milimeter, di Sunter Hulu 197 milimeter, di Halim sampai 176 milimeter, Lebak Bulus 154 milimeter, semua angka di atas 150 adalah kondisi ekstrem," kata Anies.

"Kapasitas sistem drainase di Jakarta itu berkisar 50 sampai 100 milimeter. Bila terjadai hujan di atas 100 milimeter per hari, maka pasti terjadi genangan karena memang kapasitasnya terbatas sampai 100 milimeter," ujarnya. (Detikcom/a)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa