Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Partai Gelora Dorong Indonesia Jadi Kekuatan 'Global Power dan Global Player'

Redaksi - Selasa, 02 Maret 2021 10:47 WIB
290 view
Partai Gelora Dorong Indonesia Jadi Kekuatan 'Global Power dan Global Player'
Foto Dok
Irwan, Wakil Ketua Badan Pengembangan Pimpinan (Bangpim) Partai Gelora Indonesia.
Jakarta (SIB)
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta melihat bahwa Indonesia saat ini memasuki gelombang ketiga menuju kekuatan lima besar dunia di antara negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Rusia dan China.

Namun, untuk mencapai hal itu diperlukan peta jalan baru, yakni arah baru Indonesia.

Wakil Ketua Badan Pengembangan Pimpinan (Bangpim) DPN Partai Gelora Indonesia Irwan menegaskan, ide arah baru Indonesia akan memberikan arah (GPS) dan peta jalan (roadmap) yang akan menjadikan Indonesia kekuatan kelima dunia.

Menurut Irwan, Indonesia bisa memainkan perannya untuk menjaga kesimbangan geopolitik global, serta menjadi kekuatan global (global power) dan pemain global (global player) pada setiap kejadian atau peristiwa di dunia.

"Sekarang Indonesia baru sebatas mengirimkan pasukan perdamaian atau kontingan Dewan Keamanan. Artinya, selama ini masih menjadi pemadam kebakaran, yang dibuat negara lain," kata Irwan kepada wartawan, Senin (1/3).

Partai Gelora, kata Irwan ingin mengubah mindset peran Indonesia dalam ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia, yang tidak hanya berperan sebagai pemadam kebakaran, tetapi juga bisa menentukan kebijakan atas kejadian yang terjadi.

"Mindset ini harus diubah, jika ada kebakaran secara global akibat peperangan misalnya, Indonesia harus menjadi global player, terutama apabila ada keberpihakan negara lain,” kata Irwan sambil menyebutkan situasi global saat ini, bisa memicu perang global, karena dunia sedang mengalami krisis kepimpinan global akibat semua negara terpukul secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Irwan menyayangkan elite politik maupun publik di tanah air seolah tidak begitu peduli terhadap krisis global . Padahal Indonesia sendiri sudah mengalami ketegangan akibat perang hegemoni antara China dan Amerika Serikat di Laut China Selatan.

Para elit dan publik masih sibuk bertengkar soal politik identitas, yang hanya bicara pencitraan, bukan ide atau narasi mimpi besar.

Inilah masalah yang kita hadapi sebagai bangsa. Karena itu, diperlukan kesadaran sebuah arah baru Indonesia. yang mengarahkan tujuan bernegara Indonesia secara jelas sesuai UUD 1945.

Dikatakan, supaya menjadi kekuatan lima besar dunia, syaratnya Indonesia harus kuat secara ekonomi, teknologi dan militer.

Dari sudut ekonomi, Indonesia saat ini masuk 16 negara di dunia, karena terpaan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sedangkan mengenai penguasaan teknologi masih diperlukan pemerataan pendidikan dan vokasi, serta adanya transformasi pendidikan menjadi pusat-pusat riset dan inovasi.

Pusat-pusat riset ini harus bermitra dengan militer dan jadi pusat inovasi teknologi. Makanya, militer kita selain kuat dari segi teknologi, harus juga kuat secara personil sehingga Indonesia bisa menjadi kekuatan global. (H1/f)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa