Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Indonesia Ambil Peran dalam Literasi dan Penanganan Hoaks di ASEAN

Redaksi - Jumat, 12 Maret 2021 11:08 WIB
357 view
Indonesia Ambil Peran dalam Literasi dan Penanganan Hoaks di ASEAN
Foto: Dok. Kominfo
Riaz JP Saehu
Jakarta (SIB)
Indonesia mengambil bagian dalam Kelompok Kerja Pelatihan Media dan Informasi (Working Group on Information Media and Training atau WG IMT) Periode 2021-2022. Dalam pertemuan WG IMT ini, para delegasi dari Negara ASEAN membahas tentang literasi dan hoaks termasuk penanganannya.

"WG IMT bertujuan untuk meningkatkan literasi informasi komunitas ASEAN melalui kerja sama dan sharing knowledge tentang penyediaan konten media yang baik untuk media mainstream maupun online, serta membuat program peningkatan literasi informasi untuk seluruh anggota/kelompok masyarakat ASEAN dan kerja sama penanganan hoax/fake news," kata Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, Riaz JP Saehu, dikutip dari laman web Kominfo, Kamis (11/3).

Dalam pertemuan itu, Indonesia menerima tawaran untuk menjadi Wakil Ketua WG IMT periode 2021-2022. Sementara Riaz akan menggantikan Mira Tayyiba. Ia juga menyampaikan dukungannya, akan pedoman pemberian informasi kepada seluruh masyarakat termasuk kelompok disabilitas dan lansia. Dukungan diwujudkan dalam Framework for Promoting Accessibility for All in ASEAN Digital Broadcasting sebagai pedoman bagi Negara Anggota ASEAN (AMS).

"Pedoman tersebut telah sejalan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang mengatur layanan akses penyiaran yang mewajibkan Sign Language, Audio Description dan Closed Caption," jelas Riaz.

Riaz menyatakan, Indonesia juga telah menyusun pedoman pemberitaan ramah disabilitas yang mengedepankan nilai-nilai empati dalam melakukan kegiatan jurnalis, menggunakan perkataan/istilah yang tepat, serta menghargai penyandang disabilitas sebagai warga negara yang memiliki harkat dan martabat.

"Dan mendorong agar mereka mendapatkan kesempatan berdasarkan kemampuan dan kompetensinya," tandasnya.

Forum Bisnis Kreatif
Selain membahas penanganan hoaks, Indonesia juga menyampaikan usulan pada Joint Media Statement (JMS) tentang pentingnya transformasi teknologi digital. Terlebih, transformasi pada bidang ekonomi yang sangat berguna saat pandemi COVID-19 ini.

"Indonesia menyampaikan inisiatif untuk menyelenggarakan ASEAN Creative Economy Business Forum dengan tema “Enhancing Digital Creative Economy: A Step Towards Regional Economic Recovery” sebagai bagian dari upaya ASEAN untuk mengatasi dampak sosial ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi dan untuk mendukung implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework," papar Riaz.

Ada beberapa kegiatan yang bisa digunakan untuk membina kerja sama ini. Terutama soal ekonomi kreatif, termasuk termasuk ASEAN Regional Workshop on Creative Economy yang merupakan wadah bagi badan-badan sektoral terkait dari ASEAN Socio Cultural Community Pillar dan ASEAN Economic Community Pillar.

"Oleh karena itu, Indonesia mengundang pejabat dan perwakilan SOMRI untuk hadir dan terlibat pada acara tersebut, mengingat SOMRI sebagai salah satu badan sektoral yang relevan dengan isu ekonomi kreatif," ungkapnya.

Usulan itu merupakan upaya untuk beradaptasi di tengah kemajuan teknologi digital dan dampak pandemi. Menurut Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu transformasi digital menjadi salah satu solusi yang dipilih oleh para pelaku ekonomi kreatif untuk mengatasi tantangan yang ada saat ini.

"Indonesia meyakini transformasi digital dapat dicapai secara efektif dengan menitikberatkan pada langkah awal, yaitu literasi digital. Oleh karena itu, Indonesia meminta dukungan SOMRI atas inisiatif untuk menyelenggarakan Forum Bisnis Ekonomi Kreatif ASEAN pada November 2021," tegasnya.

Pertemuan ke-18 (delapan belas) antar Kementerian yang membidangi Komunikasi dan Informasi se-ASEAN ini dihelat secara daring pada tanggal 10 Maret 2021. Pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara Thailand itu ditujukan untuk mendorong ASEAN sebagai komunitas digital dengan aksesibilitas untuk semua. Targetnya mewujudkan komunitas ASEAN yang inklusif dengan kualitas hidup tinggi dan akses kesempatan yang merata bagi seluruh kelompok masyarakat.

Tingkatkan Sinergitas
Dalam The 6thMeeting of The ASEAN Plus Three Senior Officials Responsible for Information (6TH SOMRI+3), DELRI yang dipimpin Koordinator Bidang Regional Pusat Kelembagaan Internasional Sekretariat Jenderal Kementerian Kominfo, Sofi Soeria Atmadja, menyampaikan terima kasih kepada negara-negara Plus Three atas dukungan dan kerja sama yang erat dengan ASEAN.

"Indonesia mengharapkan adanya sinergi antara kerja sama bilateral dengan masing-masing negara Plus Three dengan kegiatan-kegiatan yang ada dalam Work Plan on Enhancing ASEAN Plus Three on Information and Media 2018-2023," ungkap Sofi. (kumparan/d)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa