Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Ma’ruf Amin: 94 Persen Alat Kesehatan RI Produk Impor, Riset Harus Ditingkatkan

Redaksi - Jumat, 26 Maret 2021 10:53 WIB
513 view
Ma’ruf Amin: 94 Persen Alat Kesehatan RI Produk Impor, Riset Harus Ditingkatkan
Foto Istimewa
Ma’ruf Amin
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan 94% alat kesehatan di Indonesia adalah produk impor. Ma'ruf Amin mendorong peningkatan riset dan inovasi di bidang kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ma'ruf Amin awalnya memaparkan bahwa pandemi Corona menyadarkan akan pentingnya kemandirian di bidang kesehatan. Hal itu disampaikan Ma'ruf dalam webinar series MWA UI dengan tema 'Covid-19 dan Ketahanan Kesehatan Indonesia'.

"Pandemi Covid-19 juga menyadarkan kita bahwa kemandirian dalam bidang kesehatan menjadi sangat penting, yang meliputi ketersediaan SDM, obat-obatan, dan alat kesehatan, serta kemampuan riset, termasuk surveilan genomik," kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya dalam tayangan YouTube Universitas Indonesia, Kamis (25/3).

Ma'ruf mengatakan sebaran tenaga kesehatan di Indonesia juga belum merata. Ma'ruf menyebut daerah tertinggal masih kekurangan tenaga medis.

Selain SDM, Ma'ruf menekankan pentingnya kemandirian produksi obat dan vaksin esensial. Ma'ruf menyebut hingga saat ini bahan baku obat impor masih mendominasi di RI.

"Kemandirian juga tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan obat dan vaksin esensial yang terjangkau dan berkualitas untuk seluruh penduduk. Upaya mendorong kemandirian produksi obat khususnya obat generik, menjadi sangat mendesak untuk dilakukan.

Menurut data Kementerian Perindustrian saat ini terdapat 178 perusahaan farmasi swasta nasional, 24 perusahaan multinasional dan 4 BUMN pada tahun 2019. Namun 90% bahan baku obat-obatan masih diimpor dari luar negeri," jelasnya.

Sementara itu, alat kesehatan di RI, kata Ma'ruf, sebanyak 94% adalah produk impor. Dia mendorong agar dilakukan peningkatan riset dan inovasi dalam pengadaan alat kesehatan ini.

"Sama seperti yang terjadi dengan obat, sekitar 94% alat kesehatan, alkes yang beredar di Indonesia merupakan produk impor. Sampai saat ini, alkes yang diproduksi di dalam negeri masih didominasi oleh produk-produk dasar dengan teknologi sederhana, dengan angka pertumbuhan industri alkes mencapai 12% setiap tahunnya," jelas Ma'ruf.

"Selain itu, perlu dilakukan peningkatan kapasitas lembaga riset, termasuk kapasitas surveilan genomik. Untuk itu berbagai lembaga seperti Eijkman, Balitbangkes, Unair, UGM, UNS, LIPI, UIN, ITB, Universitas Tanjungpura, dan Mikrobiologi FKUI telah melakukan surveilan genomik di berbagai provinsi di Indonesia. Saya berharap kemampuan ini dan riset pengembangan alat-alat kesehatan serta obat-obatan terus ditingkatkan karena hal ini sangat vital bagi upaya kita membangun kemandirian kesehatan," tutur dia.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pandemi Corona membangkitkan minat para peneliti untuk mengembangkan teknologi dan inovasi di bidang kesehatan. Riset itu dilakukan untuk menangani pandemi.

"Harus kita akui, pandemi ini telah mendorong dan membangkitkan minat para peneliti dan inovator untuk terus berkontribusi menghasilkan berbagai terobosan inovasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Bambang dalam acara yang sama.

Bambang mengatakan Kemenristek/BRIN bertanggung jawab untuk meningkatkan riset. Dia menyebut pemerintah terus meningkatkan riset dan inovasi di bidang kesehatan.

Dalam mengembangkan riset dan inovasi itu, Bambang mengatakan Kemenristek bekerja sama dengan perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Indonesia (UI).

"Untuk merespons pandemi Covid-19 Kemenristek/BRIN bekerja sama dengan UI telah menghasilkan berbagai inovasi di antaranya UI terlibat dalam penyusunan peta jalan vaksin Merah Putih. UI juga menjadi salah satu tim pengembang vaksin Merah Putih, demikian juga penelitian ventilator dan banyak lagi upaya riset pengembangan dan inovasi atas kerja sama Kemenristek/BRIN dan UI," kata dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin, mengatakan diskusi mengenai ketahanan kesehatan ini nantinya akan dirangkum. Rangkuman diskusi ini akan diserahkan kepada pemerintah dalam mendukung riset dan inovasi di bidang kesehatan.

Rektor UI, Ari Kuncoro, mengatakan UI senantiasa meningkatkan peran dalam membantu pemerintah pada bidang riset dan teknologi. Riset dan inovasi ini, kata Ari Kuncoro juga membantu pemerintah dalam menangani pandemi Corona.

UI, kata Ari Kuncoro memiliki kewajiban moral dalam sektor pendidikan dan kesehatan sehingga akan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan masyarakat. (detikcom/f)
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa