Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

KIH Klaim Sudah Susun Nama Untuk Alat Kelengkapan Dewan

- Rabu, 29 Oktober 2014 13:00 WIB
344 view
Jakarta (SIB)- Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat Patrice Rio Capella mengaku fraksi di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sudah menyusun nama-nama untuk alat kelengkapan dewan, dan tinggal diserahkan. Namun, penyetoran nama ini tergantung proses musyawarah mufakat yang dilakukan KIH dengan Koalisi Merah Putih (KMP).

"Nama-nama internal sudah disusun, tinggal diserahkan tergantung bagaimana fraksi-fraksi bertemu dengan teman-teman fraksi lain (KMP). Harus ada musyawarah mufakat. Berarti persoalan bisa terselesaikan dengan baik," kata Patrice di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10).

Dia mengatakan dalam persoalan alat kelengkapan dewan ini harus diprioritaskan kepentingan rakyat. Menurutnya, tujuan yang menginginkan menang-menangan dan siapa yang paling kuat bisa dihilangkan. Pasalnya, alat kelengkapan dewan termasuk komisi yang akan bekerja dengan kementerian pemerintah selama lima tahun.

"Karena nanti komisi beda dengan pimpinan DPR. Kita akan bekerjasama selama 5 tahun apalagi kementeriannya sudah ada. Di mana-mana komisi yang akan membahas kementerian. Tentu akan lebih mudah kalau musyawarah mufakat. Saya yakin musyawah mufakat bisa tercapai," sebutnya.

Patrice pun menekankan sejauh ini KIH terutama NasDem menginginkan titik temu lewat musyawarah mufakat. Menurutnya, diperlukan suasana harmonis antara kedua koalisi untuk saling bekerjasama selama lima tahun dari semua fraksi di DPR.

"Di antara dua poros di DPR mencari titik tengah. Mungkin tidak harus seimbang sama banyak. Kalau pun harus banyak tidak harus mengecilkan yang lain. Jadi timbul suasana yang harmonis bekerjasama selama lima tahun dari semua fraksi yang ada di komisi," katanya.

"Kalau tidak tentu semua proses program pemerintah tidak terlaksana dengan baik. Yang kasihan rakyat Indonesia. DPR ini semua negarawan. Jangan kedepankan ego," sebutnya.

Meskipun dari setiap pertemuan belum ada titik temu kesepakatannya, dia yakin saat paripurna nanti bakal ada titik temunya.

"Saya yakin nanti saat paripurna akan ada titik temu yang lebih baik dari musyawarah mufakat sebelumnya. Jadi ada progress," katanya.

Kemudian, kalau fraksi KMP yang menekankan agar hari ini menjadi batas akhir penyetoran nama dari KIH, Rio berharap hal itu tidak terjadi. Dia menegaskan kalau fraksi di KMP tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk menggelar paripurna tanpa melibatkan fraksi di KIH.

"Ya tidak bisa dong. Bagaimana pemilihan kalau cuma 5 fraksi. Ya kalau tidak ada titik temu kita cari lagi besok masih ada waktu," katanya. (detikcom/ r)   

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru