Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

M Nasir Siap Lembur Agar Indonesia Bisa Bersaing di Bidang Ristekdikti

- Kamis, 30 Oktober 2014 15:31 WIB
472 view
M Nasir Siap Lembur Agar Indonesia Bisa Bersaing di Bidang Ristekdikti
Jakarta (SIB)- Menggerakkan kementerian baru bukanlah sesuatu yang mudah bagi seorang M Nasir yang menjabat sebagai Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Dirinya harus kerja dari pagi hingga malam untuk mensinergikan dua lembaga yang sebelumnya terpisah.

"Saya dan para deputi riset dan perguruan tinggi dari hari Senin saat setelah dilantik dan rapat kabinet selalu melakukan rapat koordinasi hingga larut malam," ujar Nasir di kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Nasir yang lahir pada 27 Juni 1960 itu mengatakan hal tersebut dilakukan dirinya agar kementerian baru ini bisa segera bekerja. Dan bisa mengembangkan dunia akademisi dan riset di Indonesia.

"Saya berkeinginan Indonesia bisa menghadapi world class competition dalam bidang penelitian. Untuk itu, kita harus bekerja secara maksimal dan menciptakan terobosan yang baru," ujar mantan Rektor Undip itu.

Nasir yang merupakan pakar keuangan ini juga bercita-cita membawa Kementerian riset dan dikti menjadi kementerian yang mengajak ke world class competition terkait tata kelola yang baik. Dimana konsepnya adalah pejabat pelayanan.

"Tata kelola pemerintah baik dengan adanya transparancy. Dan saya mengajak pejabat ristek dan dikti berpikir bersama kemajuan bangsa ini. Dan bagaimana output bisa dinikmati rakyat seluruh Indonesia," tutup Nasir.

Keliling Gedung BPPT
M Nasir berkeliling gedung kantornya, di Gedung II BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Nasir mengunjungi para pegawai eks Kemenristek dan mendengar keluhan dan kekhawatirannya.

Nasir berkeliling di lantai 8 Gedung II BPPT, kantor Bidang Kelembagaan Iptek. Kemudian turun ke lantai 7, kantor Deputi Sumber Daya Iptek.

Di lantai 8, Nasir bertemu dengan seorang pegawai laki-laki yang bertanya kepadanya.

"Pak, ini ruangannya kurang luas. Bagaimana kalau ada penggabungan, ditambah ada PNS dan bukan PNS. Bagaimana nasib bukan PNS?" lapornya.

"Kita akan cari solusi yang terbaik. Dalam waktu beberapa minggu ke depan ini yang kita lakukan akan mensinergikan Ristek dan Dikti bagaimana ke depannya akan sejalan, tidak ada lagi Ristek atau Dikti," jawab Nasir yang berbatik kuning lengan pendek ini.

Nasir menambahkan, pegawai bagian Dikti untuk sementara akan tetap menempati gedung di Kemendikbud. "Karena di sana lantainya 14. Pegawainya terlalu banyak kalau dipindahkan ke sini. Di sini cuma beberapa lantai," imbuhnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru