Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
JK Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Ketua MPR: Nilai Kepahlawanan Bisa Jadi Perekat Bangsa

- Selasa, 11 November 2014 20:14 WIB
287 view
Ketua MPR: Nilai Kepahlawanan Bisa Jadi Perekat Bangsa
Jakarta (SIB)- Usai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan tabur bunga di lima makam pahlawan. Salah satu makam yang ditaburi bunga adalah makam mantan ketua MPR Taufik Kiemas.

Upacara peringatan Hari Pahlawan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (10/11). Dalam upacara itu, JK menggantikan Presiden Joko Widodo sebagai inspektur upacara.

Setelah memberi hormat dan memimpin pengheningan cipta, JK lalu membubarkan upacara. Setelah bubar, JK kemudian berjalan ke area makam. Lima Makam ditaburi bunga oleh JK, salah satunya makam mantan Ketua MPR Taufik Kiemas yang juga suami dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Makam lain yang ditaburi bunga oleh JK adalah Bustanil Arifin, Sudharmono, dan Wirahadikusumah. Setelah selesai menabur bunga, JK lalu berjalan menuju tenda dan menyalami para menteri Kabinet Kerja dan tamu undangan. Setelah itu, JK meninggalkan TMP Kalibata.

Ketua MPR: Nilai Kepahlawanan Jadi Perekat Bangsa

Ketua MPR Zulkifli Hasan memimpin upacara Hari Pahlawan 10 November di atas KRI Banda Aceh di Teluk Jakarta. Ia juga melakukan tabur bunga ke laut.
Zulkifli menjadi inspektur upacara dalam upacara yang diadakan di atas KRI Banda Aceh, di Teluk Jakarta, Senin (10/11) itu. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran TNI AD, AL, dan AU, serta jajaran Polri dan veteran.

Peringatan hari pahlawan ditandai dengan mengheningkan cipta selama 60 detik diiringi bunyi sirene kapal yang mengawal KRI 593 Banda Aceh. Politisi senior PAN yang mengenakan jas hitam dan dasi merah kemudian menggelar tabur bunga ke laut.

"Tabur bunga sebagai rasa hormat dan penghargaan bangsa dan negara untuk semua jasa serta pengorbanan para pahlawan samudera agar terus terpelihara oleh generasi penerus bangsa," kata mantan Menteri Kehutanan itu.

Dikatakan Zulkifli, sejarah mencatat, pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan peristiwa heroik karena memerlukan pengorbanan luar biasa dari para pejuang.

"Pengorbanan baik itu jiwa, raga dan harta untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Karena itu, di masa lalu, kini, dan akan datang, nilai kepahlawanan dan perjuangan bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa," imbuh Zulkifli.

UTAMAKAN DAYA SAING

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan mengingatkan generasi muda untuk meningkatkan daya saing sebagai bentuk bela negara.

“Bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa pahlawan, tentu sekarang berbeda tantangannya. Modal bela negara utamanya daya saing,” kata Zulkifli Hasan usai upacara tabur bunga.

Tepat pukul 07.30 WIB Zulkifli Hasan sebagai pembina upacara melarung rangkaian bunga sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan yang gugur dalam peperangan di laut.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan, jika ingin bela negara harus betul-betul mampu mempunyai daya saing yang tinggi.

“Seperti saat ini kita di atas KRI Banda Aceh ini buatan anak bangsa sendiri dan mereka ini adalah pahlawan-pahlawan bangsa,” katanya.

Dalam rangka Hari Pahlawan, Zulkifli juga mengingatkan agar generasi muda harus meniru sikap dan jiwa kepahlawanan para pejuang tentunya sesuai dengan perkembangan zaman.

Tabur bunga di laut merupakan puncak peringatan Hari Pahlawan bersamaan dengan upacara di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.

Pada 10 November juga dilakukan hening cipta pada pukul 08.00 WIB selama 60 detik sebagai tanda penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan.

Sebelumnya dilaksanakan parade kebangsaan yang diikuti sekitar 10.000 orang dari berbagai elemen dan komunitas dan doa bersama tokoh lintas agama di TMPNU Kalibata.

Dalam rangkaian Hari Pahlawan, anak-anak berprestasi dari seluruh SMA sederajat di Jakarta akan diajak berwisata sejarah ke TMP Kalibata, Museum Satria Mandala dan Lubang Buaya. (detikcom/Ant/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru