Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Wakapolri: Harus Ada Revolusi Mental di Tubuh Polri

- Kamis, 13 November 2014 19:39 WIB
383 view
Wakapolri: Harus Ada Revolusi Mental di Tubuh Polri
Jakarta (SIB)- Banyaknya pelanggaran yang dilakukan pihak kepolisian sepanjang tahun 2014 ini membuat Polri diminta berbenah. Untuk itu, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti mengutarakan di tubuh Polri harus ada revolusi mental.

"Jajaran pengawas, pemerintahan yang baru memberikan harapan baru ke Polri. Untuk itu konsep revolusi mental pak Presiden harus dilakukan," ujar Badrodin dalam sambutannya di acara Rakorwas Kompolnas dan Polri di Hotel Discovery, Ancol, Rabu (12/11).

Badrodin mengatakan, para anggota harus menjadi Quality Insurance di masyarakat. Bukan menjadi pihak yang malah membuat masyarakat tidak aman.
"Untuk itu harus dikedepankan quality insurance," ujar Badrodin.

Badrodin mengatakan, selama tahun ini ada dua ribuan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri. Dan ketidakprofesionalan anggota Polri tersebut tentu harus segera diselesaikan.

"Pokoknya kita harus memperkuat fungsi pengawasan. Internal maupun eksternal," tutupnya.

Sistem Penugasan Harus Diperbaiki
Wakapolri Komjen Badrodin Haiti mengatakan pelanggaran yang dilakukan Polri tahun ini sangat banyak. Dari masalah pelanggaran disiplin, pidana dan perbuatan tidak menyenangkan.

Untuk itu, Badrodin mengatakan harus ada perubahan yang terjadi dalam tubuh Polri. Salah satunya ialah sistem penugasannya.

"Penegakkan sistem penugasan kalau ada sistem salah kita perbaiki," ujar Badrodin.

Badrodin mengutarakan sebuah contoh sering tahanan Polsek kabur. Menurutnya, itu karena sistem penugasannya yang salah.

"Contoh tahanan Polsek yang sering lari. Orangnya apa sistem penugasannya. Ternyata tugas jaga 24 jam tentu ini nyalahi ketentuan. Sistem penugasan perlu mendapatkan perhatian," ujar Badrodin.

Badrodin menghimbau, pelanggaran yang marak terjadi seperti salah tembak, dan lain-lain tidak boleh ditolerir. "Untuk itu kita harus perbaiki sistemnya. Dan pengawasan tanggung jawab atasan, perwira harus mengawasi anggotanya," tutupnya. (detikcom/h)   

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru