Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 06 Maret 2026

Sebulan Pascabanjir, Hampir 90 Persen Fasilitas Kesehatan di Aceh Tamiang Rusak

Donna Hutagalung - Rabu, 14 Januari 2026 15:52 WIB
3.224 view
Sebulan Pascabanjir, Hampir 90 Persen Fasilitas Kesehatan di Aceh Tamiang Rusak
Foto: Dok/PT Rapala
Sarana dan prasarana kesehatan termasuk alat kesehatan banyak yang rusak akibat banjir bandang.

Aceh Tamiang(harianSIB.com)

Sebulan setelah banjir besar melanda Aceh dan Sumatera, kerusakan fasilitas kesehatan masih dirasakan di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi tersebut ditemukan tim kesehatan PT Raya Padang Langkat (PT Rapala) saat mengunjungi desa-desa terdampak banjir, salah satunya Desa Seunebuk Aceh, Kecamatan Bendahara, Selasa (13/1/2025).

Banjir yang membawa lumpur tidak hanya merendam bangunan, tetapi juga merusak berbagai sarana dan prasarana kesehatan, termasuk alat kesehatan (alkes). Hampir 90 persen alkes yang biasa digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan dilaporkan rusak dan tidak dapat difungsikan kembali.

Tenaga kesehatan Desa Seunebuk Aceh, Linda Kesuma, mengatakan, banjir menggenangi desanya hingga delapan hari. Akibatnya, hampir seluruh prasarana kesehatan di Poliklinik Desa (Polindes) mengalami kerusakan.

"Banjir setinggi dada orang dewasa membawa lumpur dan merusak semua alat kesehatan yang ada di Polindes ini, seperti vaccine refrigerator, pengontrol suhu, dan stabilizer," ujar Linda.

Baca Juga:

Tim kesehatan PT Rapala melayani warga tedampak bencana di Aceh Tamiang. (Foto: Dok/PT Rapala)

Linda mengaku kehadiran tim kesehatan PT Rapala sangat membantu, terutama dalam melayani warga yang mulai terserang berbagai penyakit pascabanjir. Selain layanan pengobatan gratis dan pemberian obat-obatan, tim kesehatan juga menyalurkan bantuan makanan dan susu kemasan untuk mendukung pemulihan kesehatan warga.

Ia berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan alkes baru agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal seperti sebelumnya.

Kondisi serupa juga ditemukan di Polindes desa-desa lain yang dikunjungi tim kesehatan PT Rapala, seperti di Kecamatan Marlempang, Bendahara, Seruway dan kecamatan lainnya. Kerusakan alkes menjadi keluhan utama para tenaga kesehatan desa, dengan sebagian besar peralatan berada dalam kondisi rusak berat atau tidak berfungsi sehingga berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang personel tim kesehatan PT Rapala, dr. Safrida Desiany, menyebutkan warga yang datang berobat umumnya mengeluhkan diare, batuk, dan gatal-gatal. Selain memberikan pengobatan, tim kesehatan juga melakukan edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat pascabanjir.

"Walaupun saat ini warga banyak mengonsumsi makanan instan, kami tetap menyampaikan pentingnya makan tiga kali sehari agar kondisi kesehatan tetap terjaga dan tidak mudah terserang penyakit," jelas dr. Safrida.

Menurutnya, penanganan persoalan kesehatan di wilayah terdampak bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama yang baik antara tim medis dan pemerintah agar masalah kesehatan segera teratasi dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Berharap BPJS Permudah Masyarakat Dapatkan Fasilitas Kesehatan
Gedung Polsek di Aceh Tamiang Dibakar Massa
Mencuri Sepedamotor di Langkat, Ditangkap di Aceh Tamiang
Sempat Kabur ke Aceh Tamiang, Pembunuh Alamsyah Saragih Diringkus Polsek Tiga Binanga
Pasca Banjir, Camat Bandarkhalifah Sergai Imbau Warga Waspadai DBD
Pasca Banjir, Waspadai Ancaman Penyakit Leptospirosis
komentar
beritaTerbaru