Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Kemenkraf Bentuk Tim Pulihkan Citra Pariwisata Sinabung

- Senin, 10 Februari 2014 21:20 WIB
871 view
Kemenkraf Bentuk Tim Pulihkan Citra Pariwisata Sinabung
SIB/int
Kemenkraf
Jakarta (SIB)- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membentuk tim internal yang diketuai Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf untuk memulihkan citra pariwisata di Sumatera Utara pasca-erupsi Gunung Sinabung.

"Tim ini targetnya adalah memulihkan citra pariwisata Sumatera Utara pasca-erupsi Gunung Sinabung," kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf Tazbir di Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Tazbir mengetuai tim yang terdiri atas para pejabat di lingkungan kementeriannya.

Ia mengatakan, nantinya tim itu juga bertugas untuk mengurangi dampak psikologis para pengungsi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Citra pariwisata itu juga datang dari masyarakatnya, apalagi selama ini kita tahu Sumut terutama Medan itu sudah banyak dikenal," katanya.

Tazbir berpendapat, meski erupsi Sinabung belum berdampak langsung terhadap pariwisata Sumut secara signifikan namun upaya antisipasi perlu dilakukan.

Pihaknya mulai menangkap indikasi adanya penurunan okupansi hotel di Medan dan sekitarnya serta mulai adanya pembatalan paket perjalanan wisata.
"Kita upayakan agar pariwisata tidak terdampak sehingga bisa tetap berkontribusi secara ekonomi terhadap masyarakat Sumut," katanya.

Pihaknya memantau erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) yang masih berlangsung hingga saat ini tidak mempengaruhi perjalanan wisatawan melalui bandar udara Kualanamu, Medan, karena lokasinya relatif jauh.

Tazbir mengatakan, erupsi Sinabung juga tidak berdampak pada destinasi favorit di Sumut seperti Danau Toba dan Kota Medan yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut dia, upaya pemerintah terhadap musibah bencana Sinabung saat ini fokus pada penanganan para pengungsi, yakni bagaimana agar pengungsi di tempat penampungan tetap sehat dan aman dengan ketersediaan makanan dan obat-obatan yang mencukupi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pusdatin Kemenparekraf menunjukkan kunjungan wisman melalui pintu masuk Bandara Kualanamu Medan pada tiga bulan pertama (Januari sampai Maret) 2013 atau low seasons masing-masing sebanyak 14.405, 16.419 dan 17.932 orang.

Sementara pada April 2013 menunjukkan tren sedikit menurun sebesar 15.011 orang, kemudian memasuki high season Mei dan Juni naik kembali masing-masing sebanyak 20.659 dan 20.729 orang.

Puncak kunjungan wisman melalui Kualanamu terjadi pada November dan Desember 2013 sebesar 24.784 dan 27.948 orang atau dua kali lipat lebih besar dibanding saat low seasons pada Januari 2013.

Tercatat, sepanjang tahun 2013 jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 8.802.129 orang, tumbuh 9,42 persen dibandingkan 2012 sebesar 8.044.462 orang. Sedangkan perolehan devisa pariwisata 2013 sebesar 10 miliar dolar AS, meningkat 10,23 persen.

Meningkatnya kunjungan wisman 2013 antara lain dikarenakan semakin mudahnya aksesibilitas ke destinasi pariwisata.

Ia mencontohkan, saat ini konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke destinasi unggulan di Indonesia, antara lain Danau Toba Sumut, maupun adanya fasilitas bandara baru seperti Kualanamu Medan semakin bertambah sehingga banyak maskapai penerbangan internasional membuka jalur baru atau menambah frekuensi penerbangan ke Kualanamu. (Ant/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru