Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Uni Eropa Siap Bantu Liberalisasi Pasar Penerbangan

- Selasa, 11 Februari 2014 19:01 WIB
1.075 view
Uni Eropa Siap Bantu Liberalisasi Pasar Penerbangan
SIB/Int
Uni Eropa
Jakarta (SIB)- Uni Eropa siap dalam membantu meliberalisasi pasar penerbangan di negara-negara kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, terkait pula dengan rencana pemberlakuan pasar penerbangan tunggal ASEAN pada tahun 2015.

"Kami memiliki proyek bantuan teknis kepada ASEAN senilai 5 juta euro di tingkat regional dalam hal ini kerja sama teknis tersebut, termasuk dalam meningkatkan daya saing maskapai Indonesia dalam tingkat global," kata Kordinator Senior Delegasi Uni Eropa untuk ASEAN, Andreas List di Jakarta, Senin.

Dengan bantuan itu, ujar dia, Uni Eropa juga telah menawarkan bantuan teknis seperti dalam hal meningkatkan aturan di bidang penerbangan dan juga asesmen atau penilaian terhadap izin penerbangan.

Ia juga mengemukakan bahwa Uni Eropa dan ASEAN bakal menggelar KTT Penerbangan UE-ASEAN yang akan berlangsung di Singapura, 11-12 Februari 2014.

Topik utama yang bakal dibahas dalam KTT Penerbangan UE-ASEAN tersebut antara lain mengenai pasar penerbangan tunggal yaitu bagaimana pengalaman Uni Eropa dalam mengintegrasikan pasar, meniadakan hambatan serta menciptakan peraturan transportasi udara.

Selain itu, topik lainnya adalah gambaran perkembangan pasar penerbangan ASEAN-UE, keselamatan penerbangan, pengelolaan lalu lintas udara dan bandara, serta prospek kerja sama yang lebih besar antara kedua kawasan tersebut.

Ia memaparkan, lalu lintas penerbangan antara Uni Eropa dan ASEAN meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan telah meningkat hampir dua kali lipat dalam 15 tahun terakhir.

Dengan total populasi kedua kawasan sebesar 1,1 miliar, ujar dia, pasar penerbangan UE-ASEAN semakin penting bagi kedua pihak dengan pertumbuhan rata-rata diperkirakan sebesar 5 persen per tahun selama 20 mendatang.

Berdasarkan data Uni Eropa, separuh dari pertumbuhan lalu lintas penerbangan dunia selama 20 mendatang adalah lalu lintas penerbangan di kawasan Asia-Pasifik.

Hal itu juga membuat kawasan tersebut akan berada di peringkat teratas dunia untuk lalu lintas penerbangan pada 2030, dan memiliki pangsa pasar sebesar 38 persen.

"ASEAN memiliki target Pasar Penerbangan Tunggal ASEAN pada tahun 2015 dan ini akan banyak menyerupai pasar penerbangan tunggal UE yang secara sukses telah dibentuk dalam dua dekade terakhir. Hal ini memberikan peluang baru bagi kerja sama antara UE dan ASEAN di sektor penerbangan," ucapnya. (Ant/x)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru