Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

DKI Kaji Bangun Tol Bawah Tanah

- Kamis, 02 April 2015 11:41 WIB
309 view
 DKI Kaji Bangun Tol Bawah Tanah
Jakarta (SIB) - Pemprov DKI  Jakarta mengkaji pembangunan tol bawah tanah atau Jakarta Integrated Tunnel. Megaproyek ini diproyeksi akan mampu  menanggulangi kemacetan lalulintas serta banjir tanpa memerlukan mesin pompa air.

Menurut Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Soehodho, konsep pembangunan infrastruktur ini telah ditawarkan PT Antaredja Mulia Jaya. Hanya saja konsep yang ditawarkan masih kasar.

Konsep pembangunan Jakarta Integrated Tunnel (JIT) juga belum dikoordinasikan dengan pihak lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup.  "Kami ingin mengkaji lebih dahulu terutama mekanisme kerjasamanya. Karena kami tidak ingin nasib JIT sama seperti proyek monorel yang mangkrak, karena pembangunannya murni dari swasta," ucap Sutanto di Balaikota, Senin (31/3).

Kajian secara komprehensif perlu dilakukan, salah satunya fungsi JIT yang bisa mengatasi banjir. Sutanto  belum yakin semua pembangunan tersebut murni dari swasta. Misalnya, pembangunan waduk atau kolam penampung air.  "Apakah perlu bantuan pemerintah dalam pembebasan lahannya atau tidak," ucapnya.
BERTEMU WAGUB

Usai bertemu dengan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat, Komisaris Utama, PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono, mengungkapkan kedatangannya ke Balaikota untuk kali kedua.  "Sebelumnya kami telah bertemu dengan Pak Gubernur  pada tahun lalu. Sekarang saya baru memaparkan ke Pak Wagub. Hasil pertemuannya pemerintah akan segera menindaklanjuti," katanya.

Wibisono mengklaim, JIT bisa jadi solusi mengatasi kemacetan dan banjir di Ibukota. Sebab, di ujung terowongan akan dibuat sebuah tempat penampungan air.  Rencananya, proyek ini dibangun di dua ruas yakni Ulujami-Tanah Abang dan Manggarai-Pasar Minggu masing-masing sepanjang 12 kilometer. Pemilihan kedua ruas itu untuk mengurangi luapan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan.

JIT dibangun di kedalaman 20 meter di bawah tanah dengan diameter 11 meter. Konsep JIT terdiri atas dua tingkat terowongan. Paling bawah akan digunakan sebagai saluran air, sedangkan saluran di atasnya difungsikan sebagai jalan kendaraan sehingga bisa mengatasi kemacetan lalu lintas (lalin). (PK/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru