Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Batu 20 Ton di Nagan Raya yang Bikin Heboh Ternyata Lebih Banyak Koralnya

- Kamis, 02 April 2015 11:43 WIB
297 view
 Batu 20 Ton di Nagan Raya yang Bikin Heboh Ternyata Lebih Banyak Koralnya
Banda Aceh (SIB)- Batu seberat 20 ton yang ditemukan warga di hutan lindung Beutong Ateuh, Nagan Raya, Aceh beberapa waktu lalu ternyata bukan giok dengan harga tinggi. Sebagian besar di antaranya hanya koral alias batu biasa. Hingga saat ini, Pemkab setempat sudah mengamankan 5 ton batu di rumah Ketua DPRK setempat.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya, Samsul Kamal, mengatakan, batu seberat 5 ton yang telah dibelah dan dibawa turun ke gudang penyimpanan di rumah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya diketahui batu koral. Batu tersebut hingga kini masih disimpan di sana hingga ada keputusan dari Muspida Kabupaten Nagan Raya.

"Batu itu kan terdiri dari koral, kulitnya dan tali air. Tapi yang 20 ton ini lebih banyak koral," kata Samsul saat dihubungi dari Banda Aceh, Rabu (1/4).

Menurut Samsul, pihaknya sudah mengetahui bahwa batu tersebut hanya koral sejak masih berada di gunung sebelum dibelah. Untuk mencegah hal-hal yang diinginkan, batu tersebut kemudian dibawa turun ke gudang penyimpanan karena sempat menjadi rebutan antar warga.

"Dari 5 ton yang kita bawa turun, tali airnya hanya sedikit. Lainnya koral dan ada kulitnya juga," ungkapnya.

Proses pembelahan dan pengangkutan batu 20 ton ini sudah dihentikan pada 6 Maret silam. Sejak heboh penemuan batu tersebut awal Februari lalu dan sempat terjadi keributan antar warga, Pemkab kemudian mengamankan batu ke gudang penyimpanan.

Samsul mengungkapkan, proses pemotongan dan pengangkutan batu tidak dilakukan secara rutin. Untuk membelah dan mengangkut, Pemkab memperkerjakan masyarakat di lokasi batu ditemukan.

"Sekarang sudah dihentikan karena aturan penghentian tambang berlaku sampai 8 Maret. Kemarin tidak rutin setiap hari kita membelahnya," jelas Samsul. (detikcom/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru