Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026
Diduga Memantau Soal Pencapresan

IPW Minta Polri Usut Penyadapan Rumah Dinas Gubernur Jokowi

- Sabtu, 22 Februari 2014 13:24 WIB
379 view
IPW Minta Polri Usut Penyadapan Rumah Dinas Gubernur Jokowi
Jakarta (SIB)- Indonesian Police Watch (IPW) meminta Polri segera mengusut pelaku dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyadapan  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi, tanpa diminta atau tidak. Sebab alat penyadapan untuk mematai-matai Jokowi itu dipasang di rumah dinas gubernur yang dikategorikan sebagai tindakan kejahatan terhadap simbol-simbol negara. 

“Meski Jokowi tidak melaporkan kasus itu, tapi aksi penyadapan ini sudah masuk ranah kejahatan terhadap simbol-simbol negara dan simbol pemerintahan daerah,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui siaran persnya yang diterima wartawan SIB Medan, Kamis (20/2/2014).

Aksi penyadapan ini pun ditengarai IPW tidak dilakukan sembarangan orang, mengingat sistem pengamanan di rumah dinas gubernur sangat ketat dan rapat. Untuk itu Polri perlu menelusuri, apakah rezim pejabat lama di Pemprov DKI Jakarta yang pernah menempati rumah itu terlibat atau tidak dalam aksi penyadapan.

IPW menduga aksi penyadapan itu untuk memantau Jokowi sebagai calon presiden 2014. Ada alasan kuat yaitu alat penyadap dipasang di seluruh sudut rumah dinas, bahkan hingga kamar tidur. Jika penyadapan ini bertujuan untuk memantau pergerakan Jokowi sebagai Capres, tentu arahnya sudah jelas. Tujuannya hendak mematahkan langkah-langkah  Jokowi di Pilpres 2014. Aksi penyadapan ini menunjukkan juga bahwa genderang perang sudah ditabuh.

Hal ini bisa dimaklumi karena Pilpres 2014 sudah di depan mata. Untuk itu Polri perlu bekerja ekstra keras menghadapi situasi tahun politik 2014, termasuk segera mengusut penyadapan terhadap rumah dinas Jokowi. (A10/Rel/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru