Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Pembangunan Fisik Monorel Tunggu PT JM Lunasi Utang ke Adhi Karya

- Sabtu, 22 Februari 2014 13:28 WIB
445 view
Pembangunan Fisik Monorel Tunggu PT JM Lunasi Utang ke Adhi Karya
Jakarta (SIB)- PT Jakarta Monorail (JM) optimis penyesuaian perjanjian kerjasama (PKS) dapat selesai pada akhir Februari ini. Sayangnya, pengerjaan fisik PT JM masih harus menunggu pelunasan utang tiang pancang pada PT Adhi Karya.

Pelunasan tiang pancang ini diakui tak tertulis dalam perjanjian kerjasama yang baru dengan pemprov DKI. Namun diakui Dirut PT JM, John Aryananda, PKS tersebut tidak akan berlaku bila utang tiang tersebut tak selesai.

"Secara isi (persoalan tiang pancang-red) tidak ada dalam PKS, tapi PKS itu hanya berlaku bila persoalan tiang belum selesai," kata John dalam jumpa persnya di gedung @41 di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2014).

Tentang PKS ini, pihak PT JM optimis dapat menyelesaikan pada akhir Februari sesuai target yang diberikan pemprov DKI. Idealnya, bila sudah selesai dipelajari, PKS tersebut akan ditandatangani secara resmi dan menjadi kontrak kerja serta landasan hukum PT JM melanjutkan pembangunan fisik monorel.

Tetapi, John mengakui bahwa untuk berlakunya PKS ini, ia harus menyelesaikan utang tiang pancang ini. Sedangkan saat ini nilai yang harus dilunasi masih menunggu hasil kajian harga dari BPKP.

"Hal yang biasa dalam perjanjian, seperti perjanjian tidak berlaku meski ditandatangani karena tidak boleh ada kewajiban dengan pihak lainnya," ungkapnya.

Persoalan tiang pancang ini karena adanya selisih nilai antara yang disebut Adhi Karya sebesar Rp 193 miliar sedangkan PT Jakarta Monorail mengacu pada angka yang dikeluarkan BPKP pada 2010 sebesar Rp 130 miliar. PT JM enggan membayar utang tersebut dengan alasan PT Adhi Karya tak memiliki landasan hukum yang jelas karena hanya berdasarkan kajian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan bukan dari BPKP.

Akhirnya pihak Adhi Karya meminta BKPK mengkaji ulang untuk mendapatkan nilai akhir yang harus dilunasi. (dtc/x)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru