Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Dino Jawab Tudingan Amerika Sentris

- Senin, 24 Februari 2014 20:09 WIB
272 view
Dino Jawab Tudingan Amerika Sentris
Jakarta (SIB)- Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal menjawab tudingan yang menyebutkan dirinya Amerika sentris karena selalu mengaitkan berbagai hal di Indonesia dengan negara pimpinan Barack Obama itu.

“Banyak yang tanya dan kritik mengapa saya katakan para santri Pondok Pesantren As Salam, Tuban, Jawa Timur lebih tangguh dari siswa SMA di Amerika Serikat,” kata Dino dalam akun Twitter resminya saat dikutip Antara di Jakarta, Minggu.

Dia menilai pernyataannya itu sangat berdasar dengan kondisi nyata pesantren tersebut saat dirinya berkunjung pada Jumat-Sabtu (14-15 Februari).
Dino mengatakan semua santri di pesantren As Salam hidup bergotong royong, saling membantu dalam proses pembelajaran, dan berpikiran terbuka terhadap dunia luar.

“Walaupun banyak dari keluarga tidak mampu, para santri As Salam sama sekali tidak merasa rendah diri dan menyambut saya dengan penuh percaya diri,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama dirinya menginap di pesantren tersebut, ada berbagai hal yang memiliki nilai dalam sebuah pendidikan.

Menurut dia hal itu seperti para santri bangun pukul 03.30 WIB lalu sholat subuh bersama, kemudian belajar kelompok dengan sistem para senior membimbing junior.

“Setelah belajar pagi, mereka mandi lalu mulai masuk sekolah pukul 07.00 WIB hingga siang hari, istirahat, sekolah kembali. Setelah itu para santri ikut kegiatan ekstrakurikuler, makan malam, belajar, dan tidur pukul 22.00 WIB,” katanya.

Ciri khas lain dari pesantren itu, menurut dia, para santri menyambut dirinya dengan tiga bahasa yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris. Selain itu menurut dia, dalam diskusi antara dirinya dan para santri, pertanyaan yang dilontarkan sangat tajam dalam yang diungkapkan dalam bahasa Inggris.

“Para santri pesantren As Salam sangat disiplin, tidak pernah mengeluh dan semuanya sangat menurut dan taat pada Ustad dan Ustadzah,” katanya.

Sebelumnya Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Indra J Piliang mengkritik beberapa peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat yang masih belajar dalam politik.

    “Mereka mengatakan terkejut melihat ini dan itu, menandakan sedang alami ‘culture shock’ masuk dalam dunia politik,” kata Indra saat dihubungi di Jakarta, Rabu (19/2).

    Dia mencontohkan sikap Dino Patti Djalal yang mengatakan pondok pesantren di Indonesia lebih bagus dibandingkan sekolah di Amerika Serikat. Sikap itu menurut dia menunjukkan “trademark” Dino masih Amerika sentris yaitu selalu mengaitkan berbagai hal di Indonessia dengan Amerika.

    “Memang saya memuji Dino di Twitter karena kerja kerasnya dalam kerja politik,” ujarnya.

    Dia menilai bahwa Dino sudah mencapai puncak karir menjadi Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat yang menandakan kematangan dalam bersikap. Namun menurut dia, masyarakat sedang menunggu lanskap politik yang bersangkutan pada langkah berikutnya.

    Selain itu Indra juga mengkritik Anies Baswedan yang seharusnya loyal terhadap pimpinan tertinggi partai. Menurut dia, seharusnya Anies menempatkan Ketua Umum partai pada posisi lebih tinggi seperti Joko Widodo mencium tangan Megawati Soekarno Putri. (Ant/w)
 



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru