Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Puluhan Aktivis Anti Korupsi Bersepeda Tolak Politik Uang

- Senin, 24 Februari 2014 20:12 WIB
323 view
Puluhan Aktivis Anti Korupsi Bersepeda Tolak Politik Uang
SIB/detik.com
Puluhan aktivis antikorupsi bersepeda untuk mengampanyekan "Gerakan Pemilu Bersih: Tolak Politik Uang!" pada Pemilu 2014, Minggu (23/2).
Jakarta (SIB)- Para pemilih diminta untuk tidak menoleransi politik uang di Pemilu 2014 agar terwujud Pemilu yang bersih. Itulah pesan yang disampaikan lewat gerakan Bike To Vote oleh Gerakan Pemilu Bersih 2014 yang merupakan gabungan dari Indonesia Corruption Watch (ICW), KPK dan 11 komunitas anti korupsi.

"ICW sendiri punya program pemantauan politik uang di 15 provinsi. Untuk memperluas gerakan ini, kami bersama KPK dan komunitas-komunitas bergabung di bawah payung besar Gerakan Pemilu Bersih 2014," kata peneliti ICW Almas Sjafrina di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/2/2014).

Bike To Vote sendiri diikuti oleh puluhan aktivis anti korupsi dan para pesepeda dari berbagai komunitas. Rute yang ditempuh mulai dari Silang Barat Daya Monas, Bundaran Senayan, lalu berputar ke Bundaran HI. Kegiatan akan ditutup dengan orasi dari para peserta di Bundaran HI.

Gerakan bersepeda ini membawa slogan "Tolak Uangnya, Ungkap Pelakunya." Almas menuturkan bahwa sempat muncul ajakan untuk menerima uang dari para calonnya tetapi tak perlu memilih orangnya. Hal tersebut tetap tidak dibenarkan dalam Pemilu yang bersih.

"Sempat muncul ajakan untuk terima uangnya saja tapi jangan pilih. Tidak bisa, kita harus zero tolerance, sama seperti korupsi. Kita menerima uang dari politisi itu juga memperbesar budget politisi," jelas peneliti dari Divisi Korupsi Politik ICW ini.

Almas menjelaskan bahwa sebelumnya juga telah diadakan diskusi terkait Pemilu bersih di Taman Menteng pada Sabtu (2/2). Puncak dari Gerakan Pemilu Bersih akan diadakan di Taman Ismail Marzuki minggu depan. Rangkaian acara ini diharapkan dapat menyadarkan para pemilih termasuk pemilih muda.

"Kita lihat pemilih pemula porsinya sangat besar. Dari beberapa hasil survei, ternyata pemilih muda masih menoleransi politik uang, entah dia menerima tapi lalu tidak memilih, itu tetap termasuk politik uang," ujar Almas.(dtc/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru