Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Melalui Minyak, Menlu Iran Sebut Indonesia Saudara Dekat

*Bahas Imigran Gelap dari Iran
- Sabtu, 08 Maret 2014 11:37 WIB
615 view
 Melalui Minyak, Menlu Iran Sebut Indonesia Saudara Dekat
Jakarta (SIB)- Menteri Luar Negeri Republik Iran Dr Mohammad Javad Zarif menyinggung pengalaman Indonesia mengolah minyak. Melalui hal ini, Zarif menyebut Indonesia mempunyai kultur yang dekat dengan Iran.

"Kami melihat Indonesia punya banyak pengalaman di bidang perminyakan, tidak jauh berbeda dengan kami. Oleh karena itu, Indonesia dan Iran mempunyai kultur yang sangat dekat," ujar Zarif di Kedutaan Besar Iran, Jl Madiun, Menteng, Jakpus, Kamis (6/3/2014).

Zarif mengunjungi Indonesia untuk membahas sejumlah rencana kerja sama antar kedua negara. Terutama peningkatan kerja sama di bidang perminyakan karena, bagi Zarif, Iran memiliki teknologi yang lebih baik.

"Kita punya tekhnologi, kita juga manusia yang memiliki kemampuan. Kami optimis dengan masa depan kerjasama Indonesia dan Iran," ujar Zarif.

Selain itu, Menlu Iran sangat menghargai sikap toleransi antar umat beragama yang ada di Indonesia. Zarif juga mengagumi kehidupan demokrasi yang modern di Indonesia.

Bahas Imigran Gelap

Pihak imigrasi Indonesia sudah beberapa kali mengamankan imigran gelap asal timur tengah, salah satunya dari Iran. Pihak Iran pun berniat membuka perundingan dengan Indonesia terkait hal ini.

"Kami pasti akan membahas itu, tapi bisa kami jelaskan. Di dalam negeri, kami sedang meningkatkan kesejahteraan dan keamanan," kata Menlu Iran.
Menurut Zarif, keadaan di Iran tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Banyak imigran gelap asal negara tetangga yang mencoba masuk ke Eropa melalui Iran.

"Iran juga sering dijadikan negara transit para imigran dari Afganistan, Suriah dan negara timur tengah lain. Mereka umumnya ingin masuk ke negara-negara di Eropa," ujar Zarif.

Seperti yang diketahui, imigran gelap asal Iran banyak yang menghuni sejumlah rumah detensi imigrasi di Indonesia. Mereka adalah imigran yang tak dilengkapi dokumen lengkap dan hendak mengadu nasib di Australia melalui Indonesia.

Perundingan Nuklir

Iran telah melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain terkait proyek nuklir. Menteri Luar Negeri Iran Dr Mohammad Javad Zarif mengaku mendapat dukungan dari Indonesia untuk melakukan perundingan itu.

"Indonesia selalu mendukung kami dalam perundingan nuklir itu," ujar Zarif.

Dalam perundingan yang digelar di Wina itu, Iran sepakat untuk menghentikan proyek nuklir. Tapi Iran menolak jika dikatakan persetujuan itu atas tekanan dari Amerika.

"Kami tidak pernah mau didikte siapapun, kebijakan kami juga tetap konsisten," tegas Zarif.

Di masa pemerintahan Presiden Ahmad Dinejad, Iran dengan tegas menolak sejumlah undangan perundingan. Namun saat Hassan Rouhan mulai memimpin, Iran menyanggupi untuk berunding dan akhirnya mau menghentikan proyek nuklir tapi tetap mengembangkan uranium meskipun jumlahnya dikurangi. (detikcom/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru