Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 26 Oktober 2026

AirAsia Denpasar-Jakarta Delay Lebih dari 12 Jam, Penumpang Protes

*Delay 7 Jam, Penumpang Lion Air dari Penang Hanya Diberi Kompensasi Rp 150 Ribu di KNIA
- Jumat, 24 Juli 2015 11:54 WIB
590 view
  AirAsia Denpasar-Jakarta Delay Lebih dari 12 Jam, Penumpang Protes
Denpasar (SIB)- Penerbangan AirAsia rute Denpasar-Jakarta dengan nomor XT7533 mengalami penundaan sejak semalam dan belum terbang hingga kemarin pagi . Penumpang di Bandara Ngurah Rai, Denpasar pun marah karena tidak mendapat kejelasan.

Salah seorang penumpang bernama Indra Wahyudi mengungkapkan bahwa pesawatnya sebenarnya dijadwalkan terbang pada Rabu (21/7) pukul 20.30 WITA. Bandara Ngurah Rai memang sempat ditutup karena erupsi Gunung Raung namun sudah dibuka kembali pada pukul 18.00 WITA. Oleh sebab itu, penerbangannya tidak termasuk yang dibatalkan.

"Tapi memang suasana masih crowded, jadi penerbangan kita dipindah ke pukul 04.30 WITA hari ini. Itu kita maklumkan ya," kata Indra saat dihubungi pada Kamis (22/7) pukul 08.50 WIB.

Hanya saja, setelah menginap di bandara semalaman, para penumpang tetap masih harus gigit  jari. Penerbangan mereka tak kunjung diberangkatkan dengan sejumlah alasan.

"Sudah jam segini, belum ada kejelasan kapan berangkat. Awalnya menunggu pesawat datang dari Jakarta. Pesawat lalu datang tapi pilot tidak mau menerbangkan karena jam  sudah over. Pilot datang, pramugari ternyata kurang 1," keluhnya yang habis berlibur di Pulau Dewata ini.

"Boro-boro ada kompensasi apa, hotel juga gak ada. Kita ngemper di bandara semalaman," tambah Indra.

Rp 150 Ribu/Orang

Tidak terima pesawatnya mengalami keterlambatan terbang (delay) dari Penang, Malaysia selama 7 jam, puluhan penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 135 melakukan protes atas layanan maskapai tersebut setelah mereka tiba di Bandara Kualanamu, Rabu (22/7) pukul 18.30 WIB. Mereka menuntut agar manajemen Lion Air memberikan dana kompensasi Rp 300 ribu per orang. Setelah beberapa saat berdebat, Lion Air akhirnya memberikan kebijakan Rp 150 ribu per orang.

Informasi diperoleh, sebanyak 185 penumpang Lion Air yang pada umumnya pulang berobat sudah menunggu di Bandara Penang-Malaysia, sesuai jadwal seharusnya sudah tiba di Bandara Kualanamu-Deliserdang pukul 10.30 WIB. Namun karena delay selama 7 jam  mereka akhirnya tiba pukul 17.30 WIB.

Penumpang yang kecewa dengan layanan itu, hendak protes di Bandara Penang namun tidak ada satu pun orang ditemui di counter Lion Air Bandara Penang.

Setelah mendarat di Bandara Kualanamu, puluhan penumpang langsung mendatangi counter Lion Air menuntut agar pihak penerbangan memberi dana kompensasi Rp 300 ribu per orang, sesuai ketentuan peraturan Menteri Perhubungan RI. Mendengar tuntutan itu, pihak Lion Air menawarkan Rp 100 ribu per orang. Setelah beberapa saat berdebat, pihak Lion Air akhirnya memberikan dana kompensasi Rp 150 ribu per orang. Namun yang sudah menerima dana itu hanya 53 orang, sedang 132 orang lagi sudah sempat pulang ke tempatnya masing-masing.

Salah seorang penumpang Eron Lumbangaol yang merupakan mantan anggota DPRD Sumut meminta agar Menteri Perhubungan RI meninjau kembali izin operasional maskapai Lion Air, karena dinilai sudah mengabaikan kepentingan penumpang. Hal senada disampaikan Daulat Sembiring (51) warga Padangbulan Medan. Dia mengatakan pihaknya protes atas layanan maskapai Lion Air. “Sebelum terbang dari Bandara Penang, kami hanya dikasi makan ayam goreng KFC itupun sudah basi,” jelasnya. (detikcom/A15/k/f)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru