Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026

104,9 Ton Garam Telah Ditabur di Riau

*12 Juta Liter Air Padamkan Kebakaran
- Selasa, 01 April 2014 12:37 WIB
481 view
104,9 Ton Garam Telah Ditabur di Riau
Pekanbaru (SIB)- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan sebanyak 104,9 ton garam telah ditabur di atas udara Riau untuk penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan dalam upaya pemadaman titik-titik kebakaran lahan.

"Hujan buatan terus dilakukan mengingat terus membaiknya pertumbuhan awan menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)," kata Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo kepada pers di Pekanbaru, Senin (31/3).

Data Satgas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau menyebutkan, 104,9 ton garam tersebut ditabur BPPT sejak 5 - 30 Maret 2014 di sejumlah wilayah kabupaten/kota.

Penyemaian dilakukan dengan dua jenis pesawat, yakni Cassa dan Hercules.

Untuk Pesawat Cassa, menurut catatan satgas, telah melakukan 26 kali sorti dengan kapasitas per sorti satu ton garam, sehingga totalnya telah mencapai 25,9 ton.

Sementara Pesawat Hercules sepanjang Maret telah melakukan 18 kali sorti (3-5 ton per sorti) sehingga totalnya mencapai 79 ton garam yang telah ditabur.

Data satgas menyebutkan, TMC juga telah beberapa kali menghasilkan hujan di beberapa wilayah kabupaten/kota termasuk Pekanbaru.

Hingga Minggu (30/3) sore dikabarkan, Satelit NOAA 18 milik Amerika Serikat tidak lagi mendeteksi keberadaan titik panas (hotspot) di Riau.

12 JUTA LITER AIR

Satuan Tugas Udara Operasi Terpadu Darurat Asap Riau telah menjatuhkan sekitar 12 juta liter bom air (water bombing) sejak tanggal 28 Februari hingga 31 Maret dalam membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

"Bisa dikatakan Satgas Udara merupakan tumpuan utama dalam upaya pemadaman kebakaran, dan sejauh ini sudah 4.232 bom air dijatuhkan dengan total sekitar 12 juta liter," kata Komandan Satgas Udara, Kolonel Pnb. Andyawan, kepada Antara di Posko Satgas Tanggap Darurat Asap Riau, Pekanbaru, Senin.

Perwira yang juga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru itu mengatakan kerja Satgas Udara dalam pemadaman kebakaran Riau meliputi pengerahan helikopter bom air dan pesawat penabur garam dalam teknologi modifikasi cuaca (TMC). Pengeboman air menggunakan tujuh helikopter yang difokuskan ke daerah-daerah kebakaran besar yang relatif sulit terjangkau oleh pasukan darat.

Armada helikopter berkapasitas besar seperti jenis Sikorsky sudah melakukan 1.709 kali pengemboman dengan total 6,836 juta liter air. Sedangkan, helikopter jenis Camov sebanyak 1.147 kali totalnya 4,588 juta liter. Kedua heli bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mampu menjatuhkan 4.000 liter air sekali terbang.

Kemudian, heli jenis Bolco dari BNPB yang lebih kecil sudah melakukan 383 kali pengemoban dengan total 191.500 liter air. Sedangkan, empat helikopter bantuan perusahaan dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Sinar Mas masing-masing sudah menjatuhkan 59.000 liter bom air dan 161.500 liter.

Menurut dia, Satgas Udara juga mengerahkan satu helikopter untuk melakukan survey titik api dari udara. Bahkan, ia mengatakan beberapa kali pesawat tempur jenis Hawk 100/200 juga dikerahkan untuk membantu untuk menandai titik api saat kondisi asap sangat pekat.

"Pesawat tempur sempat beberapa kali digunakan karena jangkauannya lebih baik untuk menandai koordinat titik api dari udara saat kondisi asap pekat," ujar Kolonel Andyawan.

Kolonel Adnyawan optimis dengan makin tingginya peluang hujan maka target pemadaman api dan asap akan selesai sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono paling lambat tanggal 4 April mendatang. (Ant/q)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru