Jakarta (SIB)- Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah daerah di tanah air dikepung banjir. Berbagai daerah dari ujung Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa dan Papua terendam banjir.
Di kawasan Sumatera, banjir menggenangi berbagai kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau hingga Kepulauan Bangka Belitung. Beberapa daerah di Pulau Jawa juga terendam banjir yang sebagian disertai tanah longsor. Seperti di Purworejo-Jawa Tengah dan Lamongan-Jawa Timur. Bencana ini bahkan telah memakan korban jiwa.
Selain itu, Empat distrik di Tolikara, Papua, yakni Distrik Kanggime, Distrik Woniki, Distrik Wokuwo dan Distrik Menggena, juga diterjang banjir.
Untuk sebagian wilayah seperti Kota Medan, banjir sudah surut. Namun secara umum masih banyak daerah yang hingga saat ini masih terendam banjir.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mayoritas banjir disebabkan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan yang mengguyur kawasan Sumatera dan Jawa terjadi berturut-turut hingga menyebabkan sungai meluap.
"Banjir disebabkan hujan deras yang terus-menerus mengguyur," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (9/2).
Puluhan ribu warga diungsikan ke titik-titik aman. BPBD di masing-masing daerah bekerjasama dengan TNI, Polri dan warga setempat, bahu membahu mengevakuasi warga.
Saat ini, sejumlah daerah yang masih melakukan evakuasi korban banjir antara lain di Aceh, Sumatera Barat, Riau dan Bangka. Proses evakuasi banyak mengalami kendala seperti sulitnya medan, keterbatasan personel serta keterbatasan peralatan dan logistik.
Belum Terpetakan
"Memang ada daerah-daerah banjir baru yang tidak masuk dalam zona bahaya tinggi banjir, seperti banjir yang terjadi secara merata di Pulau Bangka," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Menurut Sutopo, banjir yang terjadi di Pulau Bangka, Bangka Belitung, merupakan akibat dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Sebab dalam beberapa hari terakhir, kawasan Pulau Bangka dilanda hujan lebat secara terus menerus.
"Ada cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir meluas dan tinggi rendamannya," kata Sutopo.
Namun demikian, menurut Sutopo, BPBD Bangka Belitung langsung cepat tanggap mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir. Pihaknya bekerjasama dengan aparat keamanan setempat seperti TNI dan Polri serta masyarakat sekitar.
BPBD terus bersiaga jika sewaktu-waktu ada warga yang memerlukan evakuasi lanjutan. Untuk daerah yang hingga saat ini masih terendam banjir di Pangkalpinang, Bangka yakni Kecamatan Taman Sari, Kecamatan Rangkui, Kelurahan Kampung Bintan, Kelurahan Pasir Putih, Kelurahan Parit Lalang dan Kecamatan Bukit Intan.
Semakin Meluas
Banjir di Sumatera Barat masih cukup tinggi bahkan semakin meluas. Salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah Kelurahan Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Dari foto yang dirilis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kelurahan Pangkalan tampak seperti danau berwarna cokelat. Terlihat air telah menggenangi rumah-rumah penduduk dengan ketinggian lebih dari 2 meter.
Kawasan hunian itu hanya terlihat bagian gentengnya. Di sekelilingnya tampak pohon-pohon rindang yang hanya terlihat bagian ujungnya.
"400 rumah terendam banjir," tulis Sutopo di akun Twitternya, Selasa (9/2).
BISA DILEWATI
Jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Sumatera Barat (Sumbar) dengan Riau serta Sumbar dengan Sumatera Utara (Sumut) yang terputus akibat banjir dan longsor, Senin (8/2), hari Selasa telah dapat dilewati kembali.
"Untuk jalan Sumbar-Riau yang terputus akibat banjir di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota telah bisa dilalui sejak pukul 21.00 WIB kemaren," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno di Padang, Selasa (9/2).
Ia menyebutkan, meski telah dapat dilewati, namun karena antrean panjang yang terjadi sebelumnya, maka akses jalan itu baru normal kembali sekitar tengah malam.
Sedangkan untuk ruas jalan Sumbar-Sumut yang terputus di perbatasan dekat Madina, baru bisa dilewati pada Selasa dini hari.
"Sekarang arus lalu lintas untuk dua jalur tersebut sudah lancar," ujarnya.
Meski demikian, ia mengatakan, pihaknya bersama Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar tetap menyiagakan alat berat pada dua titik tersebut.
"Disprasjaltarkim meminjamkan masing-masing dua unit alat berat untuk masing-masing lokasi," tambahnya.
Sementara itu, untuk korban Refa (2) yang masih belum ditemukan di Jorong Taratak Tinggi, Kabupaten Solok Selatan, pencarian akan dilakukan oleh tim evakuasi pada pagi ini.
"Tim gabungan akan kembali melakukan pencarian pagi ini," katanya.
Sebelumnya, bencana banjir dan longsor terjadi pada 10 kabupaten dan kota di Sumbar.
Bencana tersebut menewaskan enam warga, lima di Solok Selatan dan seorang warga Limapuluh Kota.
Tiga ribu lebih warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.
Namun, pagi ini BPBD Sumbar menyatakan, banjir yang menggenangi sejumlah daerah di Sumbar telah mulai surut.
Meski demikian, warga tetap dihimbau untuk waspada terhadap potensi bencana, terutama jika hujan kembali turun. (detikcom/Ant/y)