Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 14 Juli 2026
Hadiri Bali Clean Energy Forum 2016

Plt Gubsu: Sumut Punya Potensi Kembangkan Energi Bersih

* Parlindungan Purba : Sumut Kaya dengan Energi Terbarukan
- Jumat, 12 Februari 2016 14:52 WIB
165 view
Plt Gubsu: Sumut Punya Potensi Kembangkan Energi Bersih
SIB/Dok
ENERGI BERSIH: Plt Gubsu Erry Nuradi, Wapres Jusuf Kalla, Menteri ESDM Sudirman Said dan sejumlah perwakilan Bridging The Gap Promotion Global Partnership dan utusan sejumlah negara lainnya berfoto bersama dalam pertemuan Forum Bali Clean Energi (BCEF)
Nusadua, Bali (SIB)- Plt Gubsu Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan, Sumut berpotensi sebagai daerah pengembangan energi bersih dan terbarukan bidang ketenagalistrikan.

Hal itu disampaikan Tengku Erry Nuradi saat menghadiri Forum Bali Clean Energy (BCEF) di Nusadua, Bali, Kamis (11/2). Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri ESDM Sudirman Said, perwakilan Bridging The Gap Promotion Global Partnership dan utusan sejumlah negara lainnya.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, BCEF 2016 sebagai wadah bertemunya berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional bidang energi, menjadi angin segar dalam upaya mencari solusi mengenai percepatan pengembangan energi bersih di Sumut. “Forum ini juga sekaligus bentuk komitmen Indonesia dalam pengembangan energi bersih, baik itu di tingkat regional dan global. Energi bersih dan terbarukan kita harapkan akan diterapkan di Sumut, sebagai salah satu solusi untuk keluar dari krisis listrik,” harapnya.

Pemprovsu, sebutnya, akan memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk bekerjasama dalam pengembangan energi bersih dan terbarukan bidang ketenagalistrikan di Sumut. “Kita menyambut baik teknologi kelistrikan yang ramah lingkungan. Selama ini, Sumut masih membutuhkan pasokan listrik untuk kebutuhan masyarakat dan industri. Ketersediaan daya yang ada tidak mencukupi, bahkan permintaan daya listrik terus bertambah,” terangnya.
Sementara Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan, CoE Indonesia akan mendukung upaya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi 23% dalam komposisi bauran energi nasional pada tahun 2025.

Untuk jangka 4 tahun ke depan, kata dia, CoE akan berfokus pada upaya mendukung program pembangunan ketenagalistrikan 35 GW, dimana 25% atau sekitar 8.8 GW yang akan datang merupakan energi terbarukan. Sedang 25% lagi dari energi gas. “Sampai dengan saat ini, progres pembangunan ketenagalistrikan dari target 35.000 MW, telah mencapai 17,3 GW yang terkontrak, dimana 2,7 GW di antaranya berasal dari energi terbarukan,” ujarnya.
Tanda Tangan Mou

Dalam acara tersebut, dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprovsu  dengan Pemerintah Provinsi Riau dengan Lembaga Pembiayaan Nikko Securities yang bertujuan untuk dapat membiayai pembangunan listrik tenaga surya di pedesaan yang masih belum teraliri listrik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba mengatakan bahwa MoU tersebut dapat menjadi awal yang baik untuk pembiayaan energi terbarukan di Sumut. Dia mengaku bahwa Sumut merupakan provinsi yang sangat kaya dengan energi terbarukan di antaranya energi matahari, angin, biomassa, geothermal (panas bumi) dan air (hidro). Namun, masalah yang terjadi saat ini, harus ada dana dan teknologi yang mendukung. "Ini awal yang bagus untuk Sumut, sehingga percepatan pembangunan kelistrikan cepat terlaksana. Jadi, desa yang 309 di Sumut semoga cepat teraliri listrik. Untuk itu DPD RI mendorong agar pemanfaatan energi terbarukan segera direalisasikan di Sumatera Utara. Tentu, dukungan pemerintah pusat yang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta dukungan masyarakat juga harus lebih ditingkatkan lagi," Imbuhnya.

Anggota DPD Asal Sumut ini juga mengapresiasi kinerja Pemprovsu. Menurutnya Pemrovsu  sudah berusaha maksimal dalam mencari terobosan-terobosan baru dalam memanfaatkan energi terbarukan. Dia mengemukakan bahwa energi terbarukan memiliki manfaat banyak, diantaranya tersedia secara melimpah, ramah lingkungan, sumber energi bisa dimanfaatkan dengan investasi teknologi yang sesuai dan membantu mendorong perekonomian dan menciptakan peluang kerja. "Biayanya lebih murah dibandingkan energi konvensional jika jangka panjang, bebas dari fluktuatifnya harga pasar dan banyak lagi," tuturnya.(Rel/A14/R5 r)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru