Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Februari 2026

OJK Gelar Pasar Keuangan Rakyat di Lapangan Merdeka Medan

- Jumat, 28 Oktober 2016 18:03 WIB
376 view
OJK Gelar Pasar Keuangan Rakyat di Lapangan Merdeka Medan
SIB/Nelly Hutabarat
Kepala KR5 OJK(Otoritas Jasa Keuangan) Sumatera bagian Utara Lukdir Gultom(tengah) didampingi Kabid Pengawasan Perbankan Anton Purba foto bersama di Stan OJK Pasar Keuangan Rakyat di Lapangan Merdeka,Kamis (27/10).
Medan (SIB)- Kepala Kantor Regional 5 OJK(Otoritas Jasa Keuangan) Sumbagut Lukdir Gultom menyebutkan, hasil survei literasi keuangan tahun 2013 masih 21,84% masyarakat di Indonesia yang tergolong well literate. Karena itu, OJK dan perbankan meningkatkan inklusi di sektor jasa keuangan antara lain dengan melakukan deklarasi "Hari Rabu sebagai Hari Rajin Menabung".

Deklarasi tersebut dibacakan KR 5 OJK Sumbagut Lukdir Gultom pada acara "Gerakan Inklusi Keuangan untuk Semua dan Pasar Keuangan Rakyat 2016" di Lapangan Merdeka, Kamis (27/10).

Acara itu digelar OJK Regional 5 Sumut bersama Industri Jasa Keuangan dari sektor perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal dan dikemas dengan konsep 3E (Edutainment, Exhibition dan Execution). Selain deklarasi, juga ditandatangani MoU kerjasama Simpanan Pelajar (Simpel/Simpel iB), deklarasi Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai), Asuransi Mikro dan kegiatan menarik lainnya seperti pameran produk, talkshow, lomba cermat, lomba mewarnai, games dan quiz, lucky draw dengan berbagai hadiah menarik lainnya.

Lukdir menyebutkan, karena pengetahuan masyarakat terkait pentingnya menabung di bank masih kurang, OJK Regional 5 Sumut menggelar Pasar Rakyat untuk memberikan pengetahuan yang lebih. "Menabung di bank sangat penting dan aman, sehingga masyarakat yang masih belum mengerti produk keuangan dapat memahami," ungkapnya.

Selain memberikan pengarahan tentang menabung, Lukdir juga berharap masyarakat dapat memahami tentang asuransi atau yang bergerak tentang pembiayaan.
"Well literated ini berarti mengerti produk keuangan selain tabungan, seperti asuransi bahkan pasar modal," ujarnya.

Ia menambahkan percepatan inklusi keuangan ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, percepatan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan antar individu dan antar daerah. Pasar Keuangan Rakyat ini digelar selama dua hari yaitu 27-28 Oktober 2016. Ada 70 stan produk keuangan seperti tabungan, asuransi dan lainnya yang digelar di pasar keuangan ini.

Tampak masyarakat yang hadir antusias ingin mengetahui keunggulan produk-produk keuangan di setiap stan.

Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Medan, Ir Qamarul Fattah MSi memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digelar OJK Sumut.  

"Saya berharap kegiatan ini, sebagai pilar program pemerintah menciptakan sektor jasa keuangan untuk meningkatkan perekonomian Sumut," ujarnya.

Hadir di acara itu Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Industri Jasa Keuangan Sumut Edy Rizliyanto, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Bursa Efek Indonesia (BEI), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Wilayah Sumut, Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal. (A2/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Jaksa Agung Kunker ke Sumut

Jaksa Agung Kunker ke Sumut

Medan(harianSIB.com)Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin melanjutkan kunjungan kerja (kunker) ke Sumatera Utara (Sumut) untuk beberapa hari ke