Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Penjualan Emas Antam di Kuartal I-2017 Turun

- Kamis, 04 Mei 2017 19:34 WIB
358 view
Jakarta (SIB) -PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mencatatkan penurunan penjualan emas di periode kuartal I-2017. Pada awal tahun ini, perseroan hanya membukukan penjualan emas Rp1,16 triliun atau turun 22 persen dibandingkan Rp1,5 triliun periode yang sama tahun lalu.

Direktur Operasional Antam, Hari Widjajanto mengatakan, penurunan penjualan emas dipengaruhi larangan ekspor ke India oleh pemerintah setempat. Padahal ekspor ke India termasuk yang paling tinggi sehingga mempengaruhi penjualan emas di awal tahun ini.

"Saat itu (2016) kami masih melakukan ekspor ke India dan itu memberi kontribusi cukup besar. Itu pengaruhnya sangat besar. Sedangkan 2017 kita sama sekali tidak  mengekspor ke India karena regulasi yang diterapkan pemerintah India," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (2/5) malam.

Disebutkan, larangan ekspor dari pemerintah India karena mereka menganggap emas dari Antam tidak feasible. Sebagai gantinya Antam akan melirik pasar ekspor emas lainnya seperti Jepang dan Korea Selatan meski pertumbuhan penjualannya masih lambat.

"Strategi kami salah satunya dengan pengembangan produk perhiasan yang dipadukan dengan emas batangan motif batik. Sebagai upaya pengembangan pasar emas, Antam juga telah menandatangani kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan jaringan Pos Indonesia untuk melakukan penjualan emas," jelas dia.

Pada kuartal I-2017, Antam membukukan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 594 Kg (19.097 oz), naik sebesar 24 persen dibandingkan dengan produksi emas pada periode yang sama 2016. Sementara itu volume penjualan emas Antam tercatat sebesar 2.128 kg (68.416 oz).

Tahun ini perseroan menargetkan produksi emas mencapai 2.270 kg dengan penjualan mencapai 11,4 ton. Apalagi pada kuartal I-2017, penjualan emas menyumbang 70 persen terhadap penjualan yang belum diaudit (unaudited) sebesar Rp 1,65 triliun. (A20/Metro TV/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru