Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

19 Investor Lirik Proyek Kereta Bandara Senilai Rp27 T

- Selasa, 08 Juli 2014 16:19 WIB
340 view
19 Investor Lirik Proyek Kereta Bandara Senilai Rp27 T
Jakarta (SIB)- Untuk menarik investor di proyek Kereta Ekspres Bandara Soekarno Hatta-Halim, Kementerian Perhubungan selaku pemilik proyek bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah melakukan promosi atau market sounding ke beberapa negara. Proyek kereta ekspres yang ditaksir bernilai Rp 27 triliun ini ternyata banyak diminati.

Sebanyak 19 investor telah menyatakan minat untuk terlibat di dalam mega proyek tersebut. Para investor tersebut datang dari dalam dan luar negeri.

"Investor dalam dan luar sudah banyak yang minat. Totalnya ada 19 investor dalam dan luar. Kalau dari luar ada dari Hong Kong, Tiongkok, Australia, Inggris, Jepang," ungkap Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan saat acara konsultasi publik proyek kereta bandara di Jakarta, seperti dikutip Senin (7/7).

Disebut-sebut bos Lion Group Rusdi Kirana juga tertarik menjadi investor di dalam proyek ini. Proses tender akan dilakukan pada Agustus-September tahun ini sehingga akan diketahui siapa yang betul-betul serius.

Proyek kereta bandara ditawarkan dengan skema kerja sama pemerintah-swasta (Public-Private Partnership/PPP). Investasi proyek ini mencapai Rp 27 triliun.
"Investasi mencapai Rp 20 triliun lebih. Pasti ada cost of money dan lain-lain sehingga totalnya Rp 26-27 triliun," sebut Hanggoro.

Angka tersebut di luar pembebasan lahan yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 2 triliun. Untuk pembebasan lahan seluas 20 hektar, biayanya akan ditanggung dan dilakukan oleh pemerintah.

Proyek yang membentang sepanjang 33,68 km ini akan memperoleh fasilitas penjaminan dari pemerintah berupa Viability Gap Fund (VGF). VGF bisa berbentuk dana segar atau penyediaan fasilitas kontruksi yang dibangun oleh pemerintah. Total VGF masih dibicarakan dan disusun di dalam studi kelayakan (feasibility study).

"VGF bisa sampai 50%. Pemerintah bisa suntik modal di depan atau pra financing. Atau bisa di belakang. Atau kita yang bangun infrastrukturnya," jelasnya.

Untuk memastikan proyek kereta ekspres bisa berjalan pasca lelang, maka pemerintah melakukan persiapan secara detil. Pemerintah bersama PT SMI juga melakukan sosialisasi dan dengar pendapat bersama masyarakat sekitar jalur kereta, akademisi, praktisi, media massa, hingga pemerintah daerah.

"Kita lakukan sosialisasi sejak awal. Menampung aspirasi secara langsung. Kita ingin bisa berjalan dan memperoleh dukungan semua pihak," kata Hanggoro. (dtf/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru