Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Garuda Pekan Baru Tutup Rute ke Medan

- Kamis, 10 Juli 2014 20:35 WIB
346 view
 Garuda Pekan Baru Tutup Rute ke Medan
Pekanbaru (SIB)- Garuda Indonesia Cabang Pekanbaru, Riau, menghentikan operasional ke tiga kota yaitu Medan, Batam dan Padang karena merugi atau jumlah penumpang tidak seimbang dengan tingginya biaya operasional dan depresiasi rupiah.

“Ditutup sebab merugi. ‘Load factor’-nya (tingkat isian penumpang) tidak terisi dan mungkin kurang kampanye atau masyarakat juga tidak tahu atas ketiga rute itu,” kata General Manager Kantor Cabang Garuda Indonesia Pekanbaru Mohammad R Pahlevi di Pekanbaru, Selasa.

Menurutnya, bisnis industri penerbangan sekarang ini bukanlah suatu hal yang mudah karena nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar AS dan maskapai dituntut untuk memenangkan persaingan antarsesama kompetitor.

Untuk ketiga rute penerbangan tersebut Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat jenis Bombardier tipe CRJ 1000 Next Generation berkapasitas 96 tempat duduk, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi “Karena maskapai bayar semuanya pakai dolar AS. Saya tidak hapal persisnya baik tanggal dan bulan. Tapi sejak saya masuk di sini bulan Maret 2014, ketiga rute tersebut sudah tidak ada lagi,” katanya.

Kalangan biro perjalanan di Pekanbaru mengatakan maskapai pelat merah Garuda Indonesia menghentikan tiga rute penerbangan domestik di Riau yang menghubungkan dengan provinsi tetangga seperti Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Tiga rute itu yakni Pekanbaru-Medan, Pekanbaru-Padang dan Pekanbaru-Batam. Sebelumnya Garuda setiap hari mengoperasikan pesawat pulang pergi dalam melayani penumpang di tiga rute itu,” ujar pegawai Mandiri Tour and Travel, Muhammad Soleh.

Menurutnya, alasan maskapai plat merah tersebut menghentikan rute penerbangan karena terdapat beberapa kompentitor rute yang sama yakni Pekanbaru-Medan seperti Lion Air dua kali dalam sehari.

Kemudian Pekanbaru-Batam, maskapai itu harus bersaing dengan Lion Air serta Citilink masing-masing satu kali. Sedangkan rute Pekanbaru-Padang, Garuda merajai pasar karena hanya mereka yang bermain dengan penerbangan satu kali setiap hari.

“Harga tiket yang dijual Garuda cenderung tinggi, dibanding kompetitor untuk rute yang sama. Sementara pelayanan yang mereka berikan kepada penumpang relatif sama untuk penerbangan dibawah satu jam,” ucapnya.

GARUDA KEMBALI TERBANG TIGA KALI KE KUALA LUMPUR

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, menambah penerbangan rute Jakarta-Kuala Lumpur dari dua kali menjadi tiga kali per hari berlaku efektif mulai 11 Agustus 2014 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG.

“Penambahan penerbangan ini karena Malaysia merupakan pasar yang bagus,” ungkap Wakil Direktur Wilayah Asia Tenggara Garuda Indonesia, Sentot Mujiono kepada wartawan di Kuala Lumpur, Selasa.

Menurut dia, Kuala Lumpur, Malaysia merupakan pasar penting bagi Garuda karena banyak perjalanan bisnis dan wisata dari Jakarta-Kuala Lumpur dan sebaliknya.

Selain itu, banyak orang Indonesia yang tinggal di negara ini dan diperkuat bisnis kedua negara yang kian tumbuh.

Berdasarkan data yang ada tersebut mendorong Garuda menambah penerbangan ke ibu kota negara tetangga ini.

Dengan penambahan penerbangan menjadi tiga kali sehari ini, maka minimal tingkat keterisian tempat duduk ditargetkan mencapai 75 persen. “Kalau sebelumnya 320 seat, maka targetnya menjadi 480 seat,” kata Sentot.

Diungkapkannya, penambahan penerbangan menjadi tiga kali ini memang ada kenaikan biaya operasionalnya, tapi Garuda tidak menaikkan harga tiket untuk penumpang.

“Guna mengantisipasi biaya operasional tersebut, Garuda akan lakukan sejumlah efisiensi di segala bidang termasuk mengoptimalkan pemasaran,” jelasnya.

Sementara itu, dalam menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah, Garuda juga menyediakan paket mudik dari Kuala Lumpur-Jakarta pergi pulang dengan harga tiket 333 ringgit atau setara Rp1,2 juta. (Ant/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru