Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Pasca Pilpres, Fluktuasi Rupiah Belum Berakhir

- Senin, 14 Juli 2014 14:30 WIB
458 view
 Pasca Pilpres, Fluktuasi Rupiah Belum Berakhir
Jakarta (SIB)- Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati memperkirakan fluktuasi indeks saham dan rupiah akan terus berlangsung. Fluktuasi itu bahkan diperkirakan melewati tanggal 22 Juli, yang merupakan jadual penetapan pemenang pemilihan umum presiden 2014 resmi oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Melihat kondisi sekarang, saya tidak yakin jika kandidat presiden kalah akan menerima karena tidak puas dengan hasil KPU," kata Enny saat dihubungi, Jumat (11/7). Ia menuturkan, sejak kampanye pemilihan presiden, kedua kubu telah memulai perang psikologis. "Hasil real count nanti juga tidak menutup kemungkinan akan ada counter lagi dari pihak yang kalah."

Kendati demikian, Enny tidak khawatir dengan fluktuasi saham dan rupiah yang labil. Menurut dia, selama pemerintah melalui aparat keamanan mampu menjaga kondisi aman dan damai, fluktuasi pasar keuangan masih dalam kategori wajar. "Tidak mungkin tiba-tiba Rp 15 ribu," katanya.

Karena itu, dia mengatakan, pemerintah dituntut menjaga sikap obyektif dan integritas dalam mengumumkan hasil pemilihan umum presiden. Dia mengatakan keberpihakan dari pemerintah akan menyulut keresahan dan kerusuhan di dalam masyarakat.

Sebelumnya efek kemenangan pasangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden Jusuf Kalla hasil hitung cepat berimbas pada perdagangan saham dan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan kemarin, indeks saham melejit ke level 5.098 atau naik 73 poin. Sedangkan nilai tukar rupiah menguat 52 poin ke posisi 11.573. (Tempo.co/h)
 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru