Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

Di DPR, Erick Thohir Janji Genjot BUMN Raup Laba Rp 300 Triliun

* BUMN ‘Sekarat’ Direncanakan Ditutup
Redaksi - Jumat, 21 Februari 2020 14:34 WIB
165 view
Di DPR, Erick Thohir Janji Genjot BUMN Raup Laba Rp 300 Triliun
finance.detik.com
"Kami memberanikan diri berharap nilai laba bersih hari ini Rp 180 triliunan. Kita berharap di tahun 2024 laba bersih ini bisa Rp 300 triliunan. Kita berusaha, tidak mudah karena kondisinya, tapi kita tingkatkan hampir double," ujarnya
Jakarta (SIB)
Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan kenaikan laba BUMN dari Rp 180 triliun menjadi sekitar Rp 300 triliun hingga 2024. Erick menyatakan akan berusaha mengejar target meski kondisi sulit.

"Kami memberanikan diri berharap nilai laba bersih hari ini Rp 180 triliunan. Kita berharap di tahun 2024 laba bersih ini bisa Rp 300 triliunan. Kita berusaha, tidak mudah karena kondisinya, tapi kita tingkatkan hampir double," ujarnya di Komisi VI DPR Jakarta, Kamis (20/2).

Memang, Erick memahami kondisi saat ekonomi saat ini sulit. Itu belum lagi ditambah era disrupsi yang mengikis bisnis-bisnis model lama.

"Ini mengenai uang, bahwa kami berusaha, memang kemarin ada perdebatan di dalam, saya rasa tidak mudah menaikkan profit 10% per tahun, apalagi dengan kondisi ekonomi seperti ini. Apalagi di era disrupsi ada model-model bisnis yang bisa hilang," katanya.
Selain itu, Erick menargetkan kontribusi BUMN ke pendapatan negara naik 50% di tahun 2024.

"Lalu juga kontribusi kepada negara di mana selain dividen, pajak, yang namanya royalti dan lain-lain yang sekarang itu Rp 400 triliunan kita coba tingkatkan Rp 700 triliun lebih. Ini yang ujungnya ingin capai," ujarnya.

BUMN 'SEKARAT'
Pada bagian lain, Erick Thohir menyatakan rencananya untuk membereskan perusahaan-perusahaan yang menyandang status dead-weight atau 'sekarat'. Setidaknya ada dua opsi untuk perusahaan ini, ditutup atau merger.

Erick mengatakan, saat ini dirinya tengah memetakan BUMN-BUMN. Pemetaan BUMN ini membutuhkan waktu setidaknya 1-2 bulan.
"Dari 142 BUMN, dengan tadi persetujuan Komisi VI kita mapping dengan empat kategori, yang memang sangat bisnis, mana bisnis tapi juga kepada masyarakat maksimal, tapi ada yang ke masyarakat sangat maksimal, dan juga kondisi tidak jelas dengan keuangan merosot itu yang kita akan mapping-kan. Dari 142 perlu waktu satu-dua bulan baru kelihatan," jelasnya.

Dalam catatannya, salah satu perusahaan yang menyandang status sekarat itu ialah PT PANN. Lantaran, perusahaan ini hanya memiliki 7 karyawan.

"Tadi kan salah satu yang disebutkan sama Komisi VI PANN pegawainya tujuh ada dua bisnis hotel, jadi dari hasil bisnis hotel itu bagi hasil dengan mitra, menjadi uang, itu dipakai buat kegiatan. Hal-hal seperti itu kan ke depan kita perbaiki apalagi nanti ada holding hotel nanti bisa digabungkan," katanya.

"Kita sedang menunggu keputusan Presiden dan Ibu Menkeu supaya BUMN bisa me-merger dan likuidasi," terangnya.
Dalam rapat, Erick juga menyebut beberapa BUMN yang dalam posisi tidak sehat. Ia mencontohkan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

"Kita contohkan seperti Industri Sandang Nusantara ini sudah tidak maksimal, tidak kompetisi, tapi sayang sekali asetnya masih ada. Tapi kalau aset dan lain-lain dianggurkan seperti juga Merpati menjadi barang tidak berharga bahkan pegawainya tidak ada," paparnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut PT Kertas Kraft Aceh (Persero) yang menyandang status sekarat.
"Ini yang memang ketakutan kalau penghapusan ada kategori merugikan negara. Kertas Kraft Aceh ini juga sama. Hal-hal seperti ini yang saya tak mau terjebak," paparnya.

ANAK PT GARUDA
Erick Thohir juga berencana menutup lima anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena dinilai tak bermanfaat.
Erick mengatakan, untuk menjalankan aksi tersebut butuh payung hukum yang memberi keleluasaan untuk menggabungkan (merger) maupun menutup usaha.

"Untuk yang terakhir mohon dukungan kalau bisa tadi sedang diusulkan kepada Bapak Presiden dan Menteri Keuangan untuk mandat tambahan kita bisa memerger dan likuidasi memang ada beberapa perusahaan, contoh di Garuda ada lima anak perusahaan yang sebenarnya siap dilikuidasi," jelasnya.

"Karena memang sudah hasil rapat komisaris dan direksi mereka sudah mengusulkan ini perlu segera, karena memang tidak ada manfaatnya. Takutnya seperti PT PANN, mungkin bisa mergerkan yang lain supaya aset yang baru, bukan hanya 7 orang pegawai terus menyewakan asetnya terus dibagi," jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Erick membenarkan salah satu anak usaha yang bakal ditutup ialah PT Garuda Tauberes Indonesia. Garuda Tauberes sendiri jadi sorotan beberapa waktu lalu karena namanya membuat Erick Thohir 'ngakak'. "Salah satunya itu," ujarnya. (detikfinance/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru