Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Dipicu Peningkatan Pasokan dan Perang Dagang, Sumut Diproyeksi Alami Deflasi

Nelly Hutabarat - Selasa, 27 Mei 2025 11:44 WIB
86 view
Dipicu Peningkatan Pasokan dan Perang Dagang, Sumut Diproyeksi Alami Deflasi
Dok. Relex
Ilustrasi buah-buahan dan sayur
Medan(harianSIB.com)

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumatera Utara pada Mei 2025 tercatat mengalami penurunan signifikan. Rata-rata harga cabai merah turun lebih dari 33%, cabai rawit turun lebih dari 18%, minyak goreng curah turun sekitar 8,7%, bawang merah turun di atas 2%, dan bawang putih turun sekitar 11%.

Kenaikan harga daging ayam yang sebelumnya dikhawatirkan ternyata tidak terjadi secara signifikan. Di beberapa pedagang, harga daging ayam naik di bawah 0,5%, bahkan sebagian pedagang mencatatkan penurunan harga.

Sementara itu, harga gula pasir curah juga mengalami penurunan, meskipun harga gula pasir kemasan justru naik dengan persentase yang hampir sama.

"Harga minyak goreng curah memang turun, tetapi minyak goreng kemasan mengalami kenaikan," ujar pengamat ekonomi dan keuangan, Gunawan Benyamin, Selasa (27/5/2025).

Berdasarkan perkembangan harga tersebut, Sumatera Utara diproyeksikan mengalami deflasi cukup signifikan, yakni di atas 0,4% pada Mei ini.

Gunawan menjelaskan bahwa deflasi ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pasokan cabai selama bulan Mei.

Cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar. Sementara penurunan harga minyak goreng lebih dipengaruhi oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) secara global, yang merosot setelah Amerika Serikat menaikkan tarif resiprokal terhadap Indonesia sebesar 32%.

Adapun kenaikan tipis harga daging ayam disebabkan oleh kondisi sebelumnya, ketika permintaan melemah pada Maret–April, sehingga harga sempat jatuh dan membuat peternak kesulitan.

"Deflasi pada Mei ini dipicu oleh berbagai faktor seperti peningkatan pasokan, pelemahan permintaan, hingga dampak dari perang dagang," tutup Gunawan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru