Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Demo Belum Usai, Besok IHSG Dibayangi Pelemahan Tajam

Redaksi - Minggu, 31 Agustus 2025 21:49 WIB
63 view
Demo Belum Usai, Besok IHSG Dibayangi Pelemahan Tajam
Ist/SNN
IHSG
Jakarta(harianSIB.com)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada di zona merah pada perdagangan pekan depan. Tekanan ini merupakan imbas dari aksi demonstrasi yang masih berlangsung hingga hari ini dan melanjutkan pelemahan pada penutupan perdagangan Jumat (29/8/2025), saat IHSG anjlok 121,59 poin atau 1,53 persen ke level 7.830,49.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 7.736-7.668 dan resistance pada level 7.900-7.958. Ia memperingatkan, apabila IHSG secara konsisten diperdagangkan di bawah level 7.750, maka potensi fase konsolidasi bearish atau periode dalam tren turun akan terbuka lebar.

Terlepas dari kondisi demonstrasi di dalam negeri, Nafan mengungkapkan bahwa secara historis dalam lima tahun terakhir, kinerja rata-rata IHSG pada bulan September memang cenderung menurun. Menurutnya, potensi penguatan biasanya baru akan terlihat pada periode Oktober hingga Desember.

Melihat kondisi saat ini, ia berharap pemerintah tidak tinggal diam agar IHSG tidak merosot lebih dalam. "Pemerintah harus berkomitmen dalam menerapkan kebijakan pro-job, pro-growth, pro-market, maupun pro-development," ucap Nafan saat dihubungi kompas.com, pada Minggu (31/8/2025).

Untuk mengantisipasi potensi penjualan panik (panic selling) pada perdagangan Senin besok, Nafan mengimbau agar Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertimbangkan untuk memberlakukan kebijakan penghentian perdagangan sementara (trading halt). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat SRO (Self-Regulatory Organization) untuk memitigasi risiko terkait kondisi politik dan keamanan yang kurang kondusif.

Sementara itu, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa memanasnya situasi demonstrasi sejak Kamis (28/8/2025) telah membuat pelaku pasar menjadi apatis terhadap stabilitas sosial dan politik di Indonesia. Hal ini, menurutnya, dapat menyebabkan IHSG berpotensi melemah hingga 5 persen pada perdagangan Senin (1/9/2025).

Meski demikian, Ibrahim memastikan bahwa BEI kemungkinan besar tidak akan melakukan penangguhan perdagangan (suspend) secara penuh. "Ada kemungkinan besar dalam perdagangan di hari Senin, indeks harga saham gabungan akan kembali melemah, tetapi pelemahannya tidak akan menuju suspend. Maksimal itu hanya 5 persen penurunannya," pungkas Ibrahim.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru