Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 Maret 2026

Serangan AS-Israel ke Iran Picu Harga Minyak Melonjak 13 Persen

Redaksi - Senin, 02 Maret 2026 09:15 WIB
156 view
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Harga Minyak Melonjak 13 Persen
Freepik
Ilustrasi minyak mentah.

Washington(harianSIB.com)

Harga minyak melonjak tajam pada pembukaan perdagangan Asia, Senin (2/3/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran.

Pasar langsung memasukkan premi risiko lebih tinggi akibat kekhawatiran gangguan pasokan global.

Dikutip dari kompas.com, kontrak minyak mentah Brent sempat naik 13 persen ke 82 dollar AS per barel, dilaporkan Investing.com.

Nilai tersebut setara sekitar Rp 1.378.174 per barel dengan asumsi kurs 1 dollar AS sebesar Rp 16.807. Harga kemudian terkoreksi tipis setelah lonjakan awal.

Baca Juga:
Serangan militer berlangsung sepanjang akhir pekan. Amerika Serikat dan Israel menggempur sejumlah target di Iran.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel serta beberapa negara Timur Tengah yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, antara lain Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Ketegangan meluas ke jalur energi global. Iran dilaporkan menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz. Aksi tersebut memicu kekhawatiran gangguan distribusi minyak dalam jangka pendek.

"Dengan aksi balasan yang kini berkembang menjadi serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak telah meningkat secara substansial," tulis analis ANZ dalam catatannya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen konsumsi minyak global melewati perairan tersebut. Gangguan kecil di kawasan ini dapat langsung mendorong harga naik.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries bersama sekutunya menyepakati kenaikan produksi 206.000 barel per hari dalam pertemuan Minggu.

Tambahan pasokan tersebut diperkirakan meredam sebagian tekanan akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer terhadap Iran akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Lonjakan harga minyak menunjukkan sensitivitas pasar energi terhadap risiko geopolitik.

Arah pergerakan berikutnya akan ditentukan perkembangan situasi di Selat Hormuz serta respons lanjutan dari kedua kubu. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru