Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian

Nelly Hutabarat - Selasa, 03 Maret 2026 20:47 WIB
72 view
Konflik AS–Israel vs Iran, Warga Ramai Cicil Emas di Pegadaian
Foto: Dok/Int
Emas Antam

Medan(harianSIB.com)

Konflik Amerika Serikat–Israel versus Iran mendorong masyarakat ramai-ramai berburu emas dengan cara mencicil di Pegadaian.

Lonjakan minat tersebut terjadi sejak 27 Februari 2026 hingga Selasa (3/3/2026), membuat sejumlah kantor cabang kewalahan melayani nasabah.

Kepala Pegadaian Cabang Padang Bulan, Gofer Manurung, membenarkan tingginya animo masyarakat terhadap emas, khususnya emas produksi Antam.

"Ya benar, emas yang diburu emas Antam. Kami agak kewalahan melayani nasabah yang membeli emas secara cicil. Jumlah yang dibeli secara kredit cukup lumayan," ujar Mantan Humas Kanwil I Pegadaian Medan yang berkantor di Jalan Jamin Ginting Medan kepada SIB, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:
Menurutnya, para nasabah berburu emas karena harga disebut-sebut bakal menembus Rp3,5 juta per gram. Selain itu, sebagian masyarakat memilih membeli di Pegadaian, karena skema cicilan dinilai lebih ringan, serta adanya pertimbangan pajak jika membeli di toko emas.

Gofer menjelaskan, emas Antam yang dijual Pegadaian didistribusikan dari pusat. Pegadaian pusat membeli emas dari Antam pusat, kemudian mendistribusikannya ke seluruh kantor wilayah (kanwil) dan selanjutnya disalurkan ke kantor cabang di masing-masing wilayah kerja. Saat ini, harga jual emas Antam per gram berada di atas Rp3 juta.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Aliansi Umat Muslim Kota Medan Aksi Damai di Depan Balai Kota Dukung SE Wali Kota Medan
PGI Kecam Eskalasi Militer di Timur Tengah dan Asia Selatan, Desak PBB Ambil Langkah Dialog
Sugeng Riyanta Bantu Korban Bencana Tapteng dan Masjid yang Rusak
Stok Obat Aman, Puskesmas Raya Layani Lebih 2.000 Kunjungan per Bulan
Ditjenpas Sumut Bersama Lapas Lubukpakam Gelar Razia, Sejumlah Barang Terlarang Disita dan Dibakar
Menunggu Janji Pemerintah, Penyintas Bencana Tapteng Berhutang Tutupi Kebutuhan
komentar
beritaTerbaru