Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Produksi Minyak RI Anjlok Jadi Cuma 798.000 Barel/Hari

* Dahlan Iskan : 20 Tahun RI Tak Bangun Kilang
- Selasa, 18 Februari 2014 16:13 WIB
435 view
Produksi Minyak RI Anjlok Jadi Cuma 798.000 Barel/Hari
Sib/int
Minyak
Jakarta (SIB)- Kebutuhan BBM nasional per harinya mencapai 1,5 juta barel. Namun sayang, produksi minyak Indonesia tidak cukup, Bahkan saat ini terus turun jadi 798.000 barel/hari.

"Produksi minyak kemarin hanya mencapai 798.000 barel per hari," kata Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan ditemui di sela rapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Muliawan mengatakan, alasan produksi minyak terus turun, bahkan jauh dari target APBN 2014 sebesar 870.000 barel/hari, adalah karena kendala cuaca buruk.

"Turun ini karena cuaca buruk," ucap Muliawan.

Muliawan merinci, pada 20 Januari 2014 terjadi kebocoran pada SBM manifold yang merupakan kegiatan PHE WMO (West Madura Offshore), hal tersebut menyebabkan seluruh produksi terhenti.

Ada pula pada 21 Januari di lapangan JOB Pertamina Petrochina East Java, terputusnya mooring Hawser pengikat FSO Cinta Natomas ke SBM. Ada lagi kebocoran pipa di Pematang Ibul di Muara Bangko milik Chevron Pacifik Indonesia (CPI).

"Seluruh kejadian ini butuh waktu lagi untuk sampai pada produksi normal, dan sampai saat ini masih berdampak, sehingga produksi masih turun," tutupnya.

Kilang minyak di Indonesia sebagian besar berusia tua. Terakhir, Indonesia membangun kilang minyak adalah saat zaman dipimpin Soeharto pada 1994. Kilang minyak ini terletak di Indramayu, Jawa Barat yaitu kilang Balongan. Akibatnya hampir 20 tahun Indonesia tidak membangun kilang minyak baru.

"Kita kan sudah 20-an tahun nggak bangun kilang. Terakhir kan kita bangun Balongan waktu zaman Pak Harto," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Menurut Dahlan, kebutuhan kilang minyak baru sudah sangat mendesak. Namun akibat mahalnya biaya investasi untuk pembangunan kilang, maka praktis investor enggan membangun kilang minyak baru.

Setidaknya diperlukan tambahan kilang baru dengan kapasitas 2 x 300.000 barel. Padahal kebutuhan minyak terus bertambah. Akibatnya kilang minyak Indonesia hanya mampu menampung sebesar 60% dari total kebutuhan minyak nasional.

"Minimal harus bangun 2 kilang untuk kebutuhan saat ini, sementara kilang itu akan jadi 5 tahun lagi kalau dimulai sekarang. 5 tahun lagi jumlah kendaraan bertambah lagi," sebutnya.

Dahlan menegaskan, peran negara sangat dominan membangun kilang minyak baru. Meski Pertamina masuk BUMN, menurutnya perseroan tidak mampu membangun kilang baru dari modal sendiri.

"Kilang itu harus dibangun, cuma siapa yang harus bangun? Pertamina nggak mampu bangun kilang besar seperti itu. Di sini peran negara besar sekali," tegasnya.

(detikfinance/h)

 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru