Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Penjualan Baja Krakatau Steel Naik 3 Persen

- Selasa, 04 Maret 2014 16:44 WIB
643 view
Penjualan Baja Krakatau Steel Naik 3 Persen
Jakarta (SIB)- PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) membukukan penjualan produk baja naik 3 persen pada 2013 menjadi 2.375.958 kg dibanding tahun sebelumnya sebesar 2.307.870 kg.

"Di tengah ketidakstabilan mata uang rupiah Krakatau Steel membukukan peningkatan penjualan produk baja pada 2013," kata Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim di Jakarta, Senin.

Namun, ia mengakui bahwa nilai penjualan perseroan pada 2013 mengalami penurunan akibat tertekannya harga jual rata-rata produk baja perseroan seperti produk HRC sebesar 13,8 persen seiring jatuhnya harga komoditas dunia.

"Turunnya harga jual rata-rata produk baja perseroan itu sejalan dengan jatuhnya harga baja di pasar internasional dan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar AS," katanya.

Dengan adanya penurunan harga jual rata-rata produk baja, menurut Ivan, menyebabkan laba kotor perseroan turun 21,9 persen menjadi 95,6 juta dolar AS pada 2013 jika dibandingkan 2012.

Dari sisi laba-rugi bersih, Irvan Kamal Hakim mengatakan bahwa perseroan mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 13,9 juta dolar AS pada 2013, atau lebih rendah jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 20,4 juta dolar AS.

"Kerugian itu disebabkan hilangnya nilai penjualan sebesar 39,4 juta dolar AS akibat melemahnya nilai tukar rupiah dan juga rugi dari entitas asosiasi sebesar 12,3 juta dolar AS," paparnya.

Ia menjelaskan bahwa rugi entitas asosiasi terutama disebabkan oleh PT Krakatau Posco (usaha patungan perseroan dengan Posco Korea) sebesar 11,49 juta dolar AS karena perusahaan itu masih dalam tahap pra-produksi.

Sementara itu, total nilai aset Perseroan tercatat sebesar 2,380 miliar dolar AS, turun 7,1 persen akibat penurunan nilai kas dan setara kas serta piutang usaha, sejalan dengan turunnya pendapatan. Kemudian, efisiensi persediaan yang dilakukan perseroan menyebabkan nilai persediaan turun menjadi 519,1 juta dolar AS atau turun sebesar 20,4 persen secara tahunan.

"Hal itu berkontribusi pada berkurangnya nilai aset total Perseroan," kata dia.

Sementara itu untuk tahun 2014, perseroan memproyeksikan penjualan produk baja akan tumbuh 10 persen menjadi 2,6 juta ton seiring dengan meningkatnya produksi dan permintaan baja tahun ini.

Irvan Kamal Hakim mengatakan bahwa perseroan menyiapkan strategi untuk meminimalisasi tekanan fluktuasi nilai tukar rupiah yang mendera perseroan.
"Tekanan rupiah cukup membebani perusahaan. Misalnya, konsumen memesan produk baja ke perseroan dengan kurs tertentu, lalu saat dikirim kursnya berubah," kata dia. (Ant/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru