Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

The Fed Tahan Suku Bunga, Menkeu: Spekulasi Terus Terjadi

*Keputusan The Fed Disambut Lega Dunia Perbankan Eropa
- Sabtu, 19 September 2015 14:05 WIB
288 view
 The Fed Tahan Suku Bunga, Menkeu: Spekulasi Terus Terjadi
Jakarta (SIB)- Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) akhirnya menahan tingkat suku bunga acuannya. Hal ini dilakukan karena dinilai masih adanya kekhawatiran soal perlambatan ekonomi global dan kerawanan untuk perekonomian AS sendiri.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai keputusan tersebut akan memperpanjang ketidakpastian bagi investor. Sehingga memungkinkan gejolak masih akan terus berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Terlihat memang data AS belum menunjang atau belum mendukung keputusan mereka untuk menaikkan tingkat bunga, salah satunya laju inflasi yang dirasa bersifat rentan di AS. Di samping pertumbuhan yang belum juga menjanjikan," ujar Bambang dalam keterangannya, Jumat (18/9)

"Dengan itu tentunya kita harus tetap menjaga kondisi perekonomian kita, karena dengan belum adanya kepastian tingkat bunga tersebut yang terjadi adalah akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengan semua mata uang negara dunia khusus mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia," tegasnya.

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap akan berupaya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian secara keseluruhan. Ini sudah dimulai dengan berbagai kebijakan yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

"Karena itu pemerintah dan BI serta OJK akan selalu menjaga stabilitas ekonomi stabilitas sektor keuangan agar bisa melewati masa-masa yang tidak mudah ini, terutama masa-masa yang penuh ketidapkastian, sambil melihat arah nantinya AS menentukan kebijakan tingkat bunga," ungkap Bambang.

Eropa Lega


Sementara itu, keputusan  The Fed tersebut disambut lega oleh dunia perbankan di Eropa. Berbeda dengan Amerika, bank sentral Eropa masih berjuang untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Suku bunga acuan Eropa juga di kisaran 0 persen dan pejabat Bank Sentral Eropa telah mengindikasikan rencana pembelian surat utang dan aset lain untuk memicu pertumbuhan ekonomi.

Kondisi ekonomi Eropa memang amat terkait dengan kondisi di Cina dan negara berkembang lain. Pasar Cina adalah konsumen penting untuk produksi otomotif Jerman dan eksportir Eropa lain. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat akan membuat investor menarik dana mereka dari pasar negara berkembang dan membuat mereka tak mampu lagi membeli produk Eropa. (dtf/Tempo.co/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru