Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026
Pasca Pemberlakuan Kebijakan Loan to Value

Minat Masyarakat Sumut Terhadap Rumah Tinggal Landed House Meningkat Signifikan

- Senin, 17 Maret 2014 13:02 WIB
462 view
Minat Masyarakat Sumut Terhadap Rumah Tinggal Landed House Meningkat Signifikan
Medan (SIB)- Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah IX Sumut-Aceh Difi A Johansyah menyebutkan pada Januari 2014, jenis KPR untuk kepemilikan rumah tinggal sampai dengan tipe 21 (landed house) di Sumatera Utara  mengalami pertumbuhan signifikan yakni  sebesar 61,02%  year on year (yoy) dari Rp644 miliar menjadi Rp1,03 triliun.

Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat  di provinsi ini terhadap rumah tinggal sampai dengan tipe 21 cukup tinggi, ditandai dengan peningkatan jumlah rekening yang mencapai 36,54% (yoy) pada Januari 2014,dari 9.664 rekening menjadi 13.195 rekening.

"Jadi  sejak diberlakukannya peraturan loan to value (LTV) terbaru pada September 2013 sampai dengan Januari 2014,KPR pemilikan rumah tinggal sampai dengan tipe 21 mengalami pertumbuhan negatif ,ujar Difi kepada wartawan di Kantor BI Jalan Balai Kota Medan, Jumat siang (14/3). Ia didampingi Kepala Divisi Ekonomi dan Moneter Mikael Budisatrio.

Ia menyebutkan,rata-rata  pertumbuhan  negatif tersebut sebesar 0,69% per bulan, berbanding  terbalik dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebelum aturan LTV diberlakukan yaitu sebesar 7,55% per bulan dalam enam bulan terakhir.

Sedangkan pertumbuhan KPR provinsi Sumut pada Januari 2014 mencapai 24,37% (yoy) dari Rp10,2 triliun menjadi Rp12,69 triliun.Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan KPR pada Januari 2013 yang mencapai 19,3% (yoy) dari Rp8,55 triliun menjadi Rp10,2 triliun.

Share KPR

Mengenai share Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Provinsi Sumatera  pada Januari 2014 ,ungkapnya sebesar 4,16% dibanding KPR nasional atau mengalami sedikit   penurunan dibanding periode Desember 2013 yang mencapai 4,21%.

Sementara itu kata dia, jenis KPR yang memiliki share tertinggi  yakni  KPR untuk pemilikan rumah tipe di atas 70 yaitu 43,11% atau Rp 5,47 triliun dari total KPR Provinsi Sumut periode Januari 2014. Sedangkan untuk, Indeks Harga Properti  Residensial (IHPR) Kota Medan pada tahun 2013 adalah sebesar 205.24 atau mengalami peningkatan dibanding tahun 2012 yang sebesar 184.29.

Pada tahun 2013, nilai IHPR Kota Medan merupakan IHPR tertinggi setelah Surabaya(247.55), Makassar (277.86), Manado (221.61) dan Palembang (221.9).

Selain itu, IHPR  Kota Medan lebih tinggi dibanding dengan rata-rata 14 kota besar  di Indonesia yang sebesar 170.90 (2013) dan  153.26 (2012).

Hal ini menunjukkan  minat masyarakat di Kota Medan untuk membeli hunian tempat tinggal masih sangat tinggi yang ditandai dengan total jumlah rekening KPR mengalami peningkatan sebesar 13,86 (yoy) dari 72,809 rekening pada Januari 2013 menjadi 82.906 rekening pada Januari 2014.(A3/c)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru