Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

KSPI : Kampanye Parpol Kurang Perhatikan Isu Investasi

- Senin, 24 Maret 2014 15:05 WIB
605 view
KSPI : Kampanye Parpol Kurang Perhatikan Isu Investasi
Jakarta (SIB)- Kampanye partai politik peserta Pemilu 2014 dinilai kurang memerhatikan isu investasi yang mendorong semakin banyaknya perusahaan menanamkan modalnya di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan kesejahteraan bagi para buruh.

"Saat ini pertumbuhan ekonomi 2014 yang hanya 5,7 -5,9 persen masih bisa didongkrak ke angka di atas 6 persen asalkan partai politik dalam kampanyenya bisa meyakinkan para investor untuk menanamkan investasinya," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, dalam pemaparan visi misi saat kampanye, parpol kurang memerhatikan isu investasi dan kesejahteraan untuk perkembangan perekonomian bagi kesejahteraan negara.

Untuk itulah, lanjutnya, KSPI berharap partai politik dapat mempunyai komitmen terhadap isu tersebut dan dapat menciptakan kesejahteraan bagi buruh dan terlebih masyarakat Indonesia.

"Parpol pun harus meyakinkan rakyat khususnya kaum buruh bahwa investasi yang masuk ke Indonesia akan berorientasi pada kesejahteraan dan tetap menegakkan kedaulatan bangsa," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa investor yang masuk tidak boleh mensyaratkan boleh memakai pekerja "outsourcing", minta jam kerja panjang, minta kebijakan upah murah, dan menekankan kontrak kerja individu tanpa hak berserikat.

KSPI berpendapat, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan nilai investasi dengan memberikan janji dan keyakinan kepada investor dan secara bersamaan berjanji menolak kebijakan yang berorientasi eksploitasi kepada buruh.

"KSPI secara aktif akan menginstruksikan agar para buruh memilih parpol dan capres yang sungguh-sungguh mau mewujudkan bukan sekadar janji gombal saja," katanya.

Sebagaimana diberitakan, penerapan infrastruktur hijau dalam pembangunan di berbagai daerah di Tanah Air dinilai Green Building Council Indonesia dapat meningkatkan daya saing Indonesia serta menarik lebih banyak investasi ke dalam negeri.

"Jika kita kalah cepat (dalam menerapkan infrastruktur hijau), bukan tidak mungkin investor akan beralih ke negara lain," kata Ketua Green Building Council Indonesia Siti Adiningsih Adiwoso.

Menurut dia, saat ini sudah banyak negara lain termasuk negara tetangga yang sudah lama menerapkan prinsip infrastruktur hijau. Untuk itu, ia menilai bahwa internalisasi konsep hijau pada pembangunan infrastruktur di Indonesia sudah hal yang wajib. (Ant/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru