Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Aset BNI London Capai Rp 9 Triliun

- Senin, 24 Maret 2014 15:06 WIB
399 view
 Aset BNI London Capai Rp 9 Triliun
London (SIB)- BNI London merupakan satu-satunya bank dari Indonesia yang punya lisensi sebagai kantor cabang di bawah otorisasi dan regulasi Jasa Keuangan Inggris. Aset BNI London saat ini mencapai US$ 791 juta atau sekitar Rp 9 triliun.

Sebagian besar aset ini berupa pembiayaan impor untuk nasabah-nasabah Korporasi BNI di samping aktivitas BNI London membeli aset dari pasar sekunder.

"Dari aktivitas trade finance dan loan oni BNI London memperoleh pendapatan hampir US$ 5 juta di akhir 2013," kata Pemimpin Cabang BNI London Nungky Indraty ketika ditemui di kantornya, 30 King Street, London, Inggris, akhir pekan lalu.

Besarnya aset yang diurus menjadi sumber penting pendapatan bunga bersih BNI London. Sampai akhir 2013, BNI London berhasil mengumpulkan fee transaksi trade finance sebesar US$ 474 ribu.

BNI London telah membiayai sejumlah pengusaha Inggris yang punya transaksi impor dan ekspor dengan pengusaha Indonesia. Sejumlah produk yang dibiayai impornya dari Indonesia oleh BNI London antara lain adalah produk timber dan textile/fesyen.

BNI London mulai beroperasi di 1985 sebagai kantor perwakilan, dan setahun kemudian tepatnya pada 29 Desember 1986, BNI London secara resmi beroperasi sebagai kantor cabang.

BNI London merupakan merupakan satu-satunya bank dari Indonesia yang punya lisensi sebagai kantor cabang di bawah otorisasi dan regulasi Jasa Keuangan Inggris.

Sampai akhir 2013 lalu, BNI London memiliki aset di kisaran US$ 791 juta atau sekitar Rp 9 triliun dan memberi kontribusi cukup tinggi terhadap kinerja BNI.

Kelola Dana US$ 15 Juta Milik KBRI

Kantor Cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) di London mengurus 67 rekening milik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dana yang dikelola mencapai US$ 15 juta (Rp 150 miliar).

Menurut Nungky Indraty, KBRI yang menjadi nasabahnya berasal dari negara-negara di Eropa, Afrika, Timur tengah sampai Amerika.

"Ini kas besi, uang yang diberikan pemerintah kepada KBRI. Jumlahnya harus tetap, tapi bisa ditarik kalau urgent," ujarnya.

Uang ini disimpan dalam bentuk giro sehingga bunganya tidak terlalu besar. Selain berbentuk kas besi, uang KBRI ini juga ada yang berbentuk kas tunai yaitu uang yang dipakai untuk kegiatan operasional.

BNI Kembali Boyong Nasabah ke Stamford Bridge

BNI memberikan apresiasi kepada para pengguna kartu co branding BNI dan klub sepak bola kenamaan asal Inggris, Chelsea Football Club (CFC). Para nasabah yang terpilih melalui pengundian yang sah berhak berkesempatan menyaksikan Pertandingan Besar antara pemilik klasemen I dan II Liga Primer Inggris, Chelsea melawan Arsenal FC di Stadion Stamford Bridge, London, Sabtu, 22 Maret 2014 kemarin.

Program apresiasi loyalitas nasabah BNI itu dinamakan program BNI Goes to Stamford Brigde. Program tersebut berlangsung sejak 1 Oktober 2013 - 31 Januari 2014. Program serupa akan dan akan terus kembali diselenggarakan sampai pada tahun 2016. (detikfinance/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru