Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Produksi Minyak RI Hanya 759 Ribu Barel dari Target 870 Ribu Barel/Hari

*Kabut Asap, Potensi Produksi Hilang 7.000 Barel
- Rabu, 26 Maret 2014 22:03 WIB
255 view
Produksi Minyak RI Hanya 759 Ribu Barel dari Target 870 Ribu Barel/Hari
Jakarta (SIB)- Pemerintah menargetkan produksi minyak  870 ribu barel per hari (bph) di APBN 2014. Sayangnya hampir tiga bulan berlalu, realisasi produksi minyak hanya mencapai 795 ribu bph.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Johanes Widjonarko mengatakan, ada beberapa faktor penyebab anjloknya produksi migas. Pertama adalah dari sisi internal, masih ada kelemahan pada pengadaan peralatan eksplorasi, seperti rig (alat bor sumur minyak dan gas) dan pipa.

"Kita monitor juga pengadaannya, karena pengadaan juga sisi penting, baik rig dan pipa harus diperhatikan," ujarWidjonarko usai menghadiri acara International Indonesia CBM (IndoCBM), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (25/3).

Kemudian penyebab kedua adalah dari sisi eksternal. Ia menyebutkan, kondisi ini terjadi memang di luar dari kemampuan SKK Migas dan perusahaan KKKS, seperti cuaca ekstrem dan kabut asap di Riau.

"Cuaca, awal Januari dan Febuari. Kemudian asap, semoga ke depan makin stabil sehingga kita bisa melaksanakan produksi dengan baik," pungkasnya.
Sebelumnya, gangguan asap sempat membuat beberapa perusahaan minyak menghentikan produksinya. Seperti di wilayah Kerja Rokan yang dioperasikan oleh PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI).

Kualitas udara yang buruk membuat PT CPI harus melakukan perawatan darurat terhadap North Duri Cogen dan menyebabkan penurunan daya (power shedding) sebesar 70 mega watt (MW). Sebanyak 573 sumur harus ditutup dan 19 unit pompa untuk injeksi air harus ditutup akibat power shedding ini.

Gangguan operasi juga dialami oleh PT BOB- Bumi Siak Pusako yang mengoperasikan Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekan Baru (CPP). Potensi produksi yang hilang akibat gangguan di wilayah kerja CPP ini mencapai 4.000 BOPD.

Kabut asap juga mempengaruhi kegiatan operasi pada wilayah kerja Malacca Strait yang dioperasikan oleh EMP Malacca Strait dengan kehilangan potensi produksi sekira 7.000 barel (kumulatif). (dtf/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru