Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026

Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Rabat Beton Jalan Pemukiman di Tomok Sudah Hancur

*Pengurus Gereja Katolik Surati Pemkab Samosir, Rekanan Bantah Dikerjakan “Asal Jadi”
- Jumat, 10 Januari 2014 12:56 WIB
1.562 view
Baru Selesai Dikerjakan, Proyek Rabat Beton Jalan Pemukiman di Tomok Sudah Hancur
SIB/Ater Marpaung
HANCUR : Proyek pembangunan jalan yang baru sebulan selesai dikerjkan sudah hancur di Lumban Gurning, Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Samosir (SIB)- Baru sebulan selesai dikerjakan rabat beton jalan pemukiman, yang sumber dananya dari Pemkab Samosir anggaran APBD 2013 sekira Rp 99 juta lebih melalui dinas Tarukim dari simpang jalan Provinsi menuju jalan kompleks Gereja Katolik di Lumban Gurning, Desa Tomok Parsaoran, Kecamatan Simanindo dikerjakan asal jadi atau “Amburadul” dan kondisinya sudah rusak.

Pengamatan di lapangan, pekerjaan tersebut dikerjakan asal jadi dan diduga tidak sesuai bestek serta menggunakan material dan bahan tidak sesuai dengan volume pekerjaan, sehingga banyak tudingan dalam pekerjaan proyek bahwa pemborong juga mengaku seorang aktifitas LSM dan Wartawan.

Dalam plang nama proyek perusahaan yang mengerjakan  CV. "HJP" dengan nomor kontrak 620/809/SPK-JL/Tarukim/K dan P/2013 berbiaya Rp 99.965.000.-

Untuk itu masyarakat meminta penegak hukum agar bertindak tegas mengingat berbagai jenis proyek yang dikerjakan di bumi Kabupaten Samosir "amburadul", tegas seorang warga bermarga  Sidabutar penduduk Tomok. 

Sama halnya disebutkan Jaronggi Situmorang, Marolop Silalahi pengurus lembaga masyarakat CAS (Cinta Alam Samosir) di Kabupaten Samosir kepada SIB, mempertanyakan kinerja dan tugas pihak pemkab melalui Dinas Tarukim tidak melakukan tindakan memperbaiki kerusakan tersebut bahkan aparat hukum dituding seolah-olah membiarkan pihak pemborong yang tidak peduli dengan kerugian yang dialami pemerintah dan kepentingan masyarakat, jelasnya sembari meminta aparat penegak hukum agar bertindak sesegera mungkin.

Harry Boss Sidabutar salah seorang tokoh masyarakat  Kabupaten Samosir penduduk Tomok yang juga jemaat dan pengurus Gereja Katolik Paroki Tomok Kecamatan Simanindo yang dikonfirmasi SIB melalui selularnya, Rabu (8/1) membenarkan, tudingan masyarakat dan umat Katolik bahwa proyek tersebut dinilai dikerjakan asal jadi.

Atas kekesalan itu pihak Katolik Paroki Tomok telah menyurati Bupati yang tembusannya ke Polres, Kacabjari, Dinas Tarukim, Pelaksana atau pemborong bahkan ke Gubsu tertanggal 23 Desember 2013 lalu sangat menyesalkan pengerjaan proyek tersebut.

Surat dari pastoran Katolik Paroki Tomok tersebut ditanda tangani P. Kristian Dodok, CMF Hotman Pasaribu dan Hary Bos Sidabutar selaku ketua panitia pembangunan.

Membantah dan Mengaku

Selaku Pelaksana pekerjaan oknum "PT" di konfirmasi SIB belum lama ini di kantin di kompleks perkantoran dinas PU dan Tarukim di Pangururan, Rabu ( 8/1) dengan gamblang membantah mengerjakan proyek asal jadi, namun membenarkan pekerjaan itu telah rusak. "Apa ngak rusak, kenapa truk pengangkut material pembangunan gereja katolik sembarangan lewat,” ujarnya sembari mengatakan bahwa kerusakan itu karena truk.

Kadis Tarukim dikonfirmasi Rabu-Kamis (8-9/1) ke kantornya tidak berhasil, namun E. Pasaribu salah seorang Kabid di dinas tersebut membenarkan informasi itu dan telah memerintahkan PPTKnya agar pelaksana pekerja proyek memperbaiki kerusakan itu sebagaimana mestinya. "Jelas pekerjaan itu harus segera diperbaiki dan akan dikerjakan sebagaimana mestinya sesuai dengan volume pekerjaan, tegasnya. (F4/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru