Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Maret 2026
PRSU

Ribuan Warga Antusias Saksikan Pagelaran Budaya Famasao Ono Nihalo Bersama Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat

* Pagelaran Sempat Tertunda karena Hujan, Penyelenggara PRSU Disesalkan
- Minggu, 09 April 2017 09:36 WIB
717 view
Ribuan Warga Antusias Saksikan Pagelaran Budaya Famasao Ono Nihalo Bersama Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat
SIB/Dok
NIAS BARAT: Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat, Faduhusi Daely dan Khenoki Waruwu beserta istri, foto bersama peserta pengisi acara budaya Famasao Ono Nihalo, salah satu budaya Nias Barat yang memerankan penyerahan pengantin perempuan kepada pihak pengant
Medan (SIB) -Pagelaran berbagai budaya Nias disuguhkan oleh Pemkab Nias Barat di PRSU, Rabu (5/4) malam. Salah satunya yang menarik adalah Famasao Ono Nihalo atau penyerahan pengantin perempuan kepada pihak pengantin lelaki yang pelaksanaannya di bawah iringan alat-alat musik tradisional Nias Barat seperti gondra, aramba, saraina dan lainnya.

Saat akan menyerahkan pengantin wanita, beberapa orang dari keluarga pihak perempuan harus menggotong pengantin di atas kursi tanpa boleh mengenai tanah sampai ke rumah pihak laki-laki. Saat tiba di rumah pihak laki-laki, barulah pengantin wanita diturunkan dan diterima langsung oleh pihak keluarga pengantin laki-laki.

Dulu jika ada pernikahan, seberapa jauhpun jarak antara rumah wanita dengan laki-laki, pengantin perempuan harus tetap digotong sampai tiba di rumah pihak laki-laki. Namun seiring perkembangan zaman, Famasao Ono Nihalo hanya dilakukan dengan menggotong pengantin perempuan dari wisma atau rumah (tempat acara pesta diadakan) sampai ke depan mobil (kendaraan yang akan membawa kedua pengantin sampai ke rumah laki-laki). Setelah itu pengantin perempuanpun diturunkan dan diterima oleh pihak laki-laki. Namun jika mobil tersebut tidak dapat melewati jalan sampai ke rumah pria yang dituju, maka mau tidak mau pengantin wanita tetap harus digotong. Keluarga perempuan pun tetap ikut mengantarkannya sampai ke rumah laki-laki. Keluarga perempuan disebut samasao (yang mengantar).

DISESALKAN
Sayangnya pagelaran ini sempat tertunda sekitar 1 jam dikarenakan tidak adanya antisipasi dari penyelenggara PRSU atas turunnya hujan. Malam itu pun hujan turun sangat deras.

Akibatnya panggung pagelaran yang tidak ditutupi basah terkena air hujan. Alat-alat sound system yang digunakan pun ditutupi dengan tenda karena tidak memungkinkan untuk digunakan, sehingga kegiatan tidak dapat dilanjutkan.

Terlihat ribuan pengunjung yang hadir menyaksikan pagelaran seni budaya tersebut bersorak-sorak karena hujan yang disertai angin kencang membasahi para pengunjung.

Salah seorang pengunjung, Desmi Harefa (23) mengatakan sangat kecewa. Seharusnya jauh-jauh hari panitia PRSU 2017 sudah memikirkan dan mengantisipasi agar  kejadian seperti ini tidak terjadi.

"Sayang sekali, karena hujan acara tidak bisa dilanjutkan. Maunya panggung untuk acara seni dan budaya yang bertujuan mempromosikan kekayaan alam, seni, dan budaya didesain sebaik mungkin. Masa atap panggung terbuka, jadi lihatlah karena hujan acara harus lumpuh total."ujarnya

Sementara pengunjung lain, Fama Gulo mengatakan akibat peristiwa yang tidak diantisipasi ini persiapan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Nias Barat dengan maksimal seakan sia-sia.

"Kabupaten Nisbar pasti sudah mempersiapkan dengan maksimal, karena hujan acara tidak maksimal. Kalau begini anggaran yang sudah dikeluarkanpun menjadi sia-sia juga. Pengunjung yang datang pasti sedikit kecewalah, maunya panitia PRSU membuat panggung yang benar-benar layak untuk menampilkan acara, sehingga walaupun hujan datang acara tidak terhalang," ujarnya.

Untuk mengurangi rasa bosan, para pengunjung bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu daerah Nias. Dan setelah hujan sedikit reda pukul 21.30 WIB- 22.00 WIB acara pun kembali dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dan pagelaran budaya dan di akhir acara dilakukan famaena bersama.

Dalam sambutannya, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely SPd mengapresiasi kegiatan PRSU tersebut. Ia berharap melalui kegiatan ini, Kepulauan Nias yang dikenal dengan potensi perikanan dan kelautan dapat mempromosikan keindahan alamnya sehingga  bisa meningkatkan wisatawan untuk berkunjung ke kepulauan Nias, khususnya di Nias Barat.

"Acara ini harus terus kita dukung, karena melalui inilah kita bisa mempromosikan dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa yang tidak kalah dengan negara lain. Kita berharap melalui acara ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia khususnya ke Kepulauan Nias semakin meningkat. Sudah tidak diragukan lagi, Nias memiliki potensi pariwisata,  perikanan dan kelautan, yang mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang akan berkunjung," katanya.

Disampaikannya juga, di Nias Barat ada 10 tempat wisata yang menakjubkan yakni, Pantai Sirombu, Pulau Asu, Pulau Langu, Pulau Bogi, Pulau Bawa, Pulau Hinako, Pulau Imana, Pulau Hamatula, Pulau Herunga, Batu Megalith.  Turut hadir juga  Wakil Bupati Nisbar Khenoki Waruwu, Sekda Nisbar Sabaeli Gulo, tokoh Nias di Jakarta Firman Jaya Daely, mantan Anggota DPRDSU Sudirman Halawa, Turunan Gulo, Kadisbudpar Pemprovsu Rajali dan lainnya. (Dik-2/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Kebakaran Landa SD Laguboti

Kebakaran Landa SD Laguboti

Toba (harianSIB.com)Kebakaran terjadi di kompleks Sekolah Dasar (SD) Negeri Negeri 173551 (SD3) Laguboti Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba