Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 Juli 2026

5 Sekeluarga Tewas Dibantai OTK di Medan

- Senin, 10 April 2017 10:08 WIB
672 view
5 Sekeluarga Tewas Dibantai OTK di Medan
SIB/Pally Simangunsong
TURUN KE TKP: Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang turun ke lokasi atau tempat kejadian perkara, menerima penjelasan sementara hasil olah TKP yang dilakukan petugas Labfor Poldasu, Minggu sore (9/4).
Belawan (SIB) -Pasangan suami istri, Rianto (40) dan Yani (35) serta dua anaknya, Naya (14), Gilang Raksono (10) dan seorang nenek (mertua Rianto), Marni (60) warga Jalan Kayu Putih, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medam Deli, tewas dibantai sejumlah pria tidak dikenal, Minggu (9/4) dinihari.

Namun dalam kejadian tersebut, anak korban paling bungsu, Kinara (4) yang juga mengalami penganiayaan hingga Minggu sore masih dirawat di rumah sakit swasta di Medan Deli dan kondisinya mulai pulih.

Selain membunuh korban, para pelaku juga membawa kabur satu unit sepedamotor Honda Vario serta  dua unit telepon genggam milik korban.

Keterangan lain yang diperoleh wartawan dari sejumlah warga di lokasi kejadian, tewasnya para korban pertama sekali diketahui seorang ibu rumah tangga Serimpi.

Minggu pagi Serimpi mendatangi rumah korban untuk mengajak istri Yani belanja ke pasar.

Ketika berada di depan rumah korban, Serimpi merasa ada kejanggalan, karena meskipun jam telah menunjukkan pukul 09.00 WIB, hampir seluruh lampu penerangan di rumah korban masih menyala.

Setelah beberapa kali memanggil korban dan tidak ada jawaban, Serimpi mendorong pintu depan yang tidak terkunci.

Setelah melongok ke dalam rumah, ibu rumah tangga tersebut terkejut dan berteriak, melihat Rianto terkapar berlumuran darah di dalam rumah.

Mendengar teriakan tersebut, dalam waktu singkat para tetangga korban berdatangan dan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Rianto ditemukan terkapar dalam kondisi tidak bernyawa di dapur dan mertuanya Marni juga dalam kondisi yang sama di dekat kamar mandi/sumur.

Sementara itu, istri Rianto yakni Yani dan 2 anaknya,  Naya serta  Gilang Raksono juga tewas di kamar tidur. Sedangkan Kinara yang ditemukan di bawah kolong tempat tidur mengalami luka parah dan masih hidup langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Informasi lain yang  dihimpun wartawan dari berbagai sumber di lokasi kejadian di antaranya dari sejumlah tetangga korban,  menyebutkan, menjelang dini hari atau sekira pukul 23.30 WIB rumah  korban didatangi dua pria.

Antara korban dan dua pria tersebut sempat terdengar dialog dan Rianto menanyakan mengapa kedua pria tersebut tidak menelepon terlebih dahulu sebelum mendatanginya.

Diperoleh informasi, para pelaku datang mengendarai mini bus dan di dalam mobil ada empat pria, tetapi hanya dua orang yang masuk ke gang menuju rumah korban.

Namun setelah terjadi percakapan tersebut, warga tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah korban dan saat terjadi pembunuhan tidak seorangpun warga yang mendengar keributan atau suara minta tolong.

Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang datang ke lokasi kejadian mengatakan, pihak kepolisian masih mengumpulkan berbagai informasi bagaimana cara pelaku memasuki dan keluar dari rumah korban serta cara pelaku menganiaya seluruh korban.

Kapoldasu juga mengatakan, dugaan sementara, pembunuhan  tersebut telah direncanakan, karena para pelaku kabur dengan menggunakan sepedamotor korban serta hanya mengambil telepon genggam, sedangkan harta benda lainnya tidak dibawa kabur.

Lebih lanjut dikatakan Kapoldasu, para korban dianiaya atau dilukai oleh para pelaku dengan menggunakan senjata tajam.    

Setelah pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara selama dua jam atau sekira pukul 15.00 WIB, jenazah para korban yang telah dimasukkan ke karung jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan lanjut.

Tim Khusus
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi yang dikonfirmasi wartawan Minggu sore mengatakan, untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan, pihaknya membentuk Tim Khusus dan diharapkan dalam waktu dekat para pelaku akan segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  

Sementara itu, sejumlah tetangga korban di antaranya Suarman (46) mengatakan, Irianto  dan istrinya Yani, selama ini sangat baik dengan para tetangganya.

Sehari-harinya Irianto bekerja sebagai mandor di satu gudang tempat penyimpanan barang di kawasan Jalan Metal Tanjung Mulia, Medan Deli.

Sedangkan istrinya aktif di berbagai kegiatan di kantor lurah dalam bidang PKK dan Posyandu serta memiliki usaha kecil. (A8/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru