Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Jadi Sasaran Teror, Polri Siaga Satu

* Teroris Banyumas Diduga Lakukan Serangan Balas Dendam
- Kamis, 13 April 2017 09:08 WIB
435 view
Jadi Sasaran Teror, Polri Siaga Satu
SIB/Ant/Idhad Zakaria
PENYERANGAN POLRES BANYUMAS : Polisi membawa tersangka penyerangan Mapolres Banyumas di Polres Banyumas, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Selasa (11/4). Seorang pria melakukan penyerangan terhadap Mapolres Banyumas dengan cara menabrakkan sepeda motor dan me
Serang (SIB) -Polri memberlakukan status siaga satu di internalnya. Ini dilakukan menyusul serangan teror yang diarahkan ke polisi.

"Ya siaga satu. Perintah Kapolri, seluruh jajaran Polda, Polres, Mabes Polri siaga satu. Bukan siaga satu nasional ya, siaga satu untuk komando masing-masing," kata Wakapolri Komjen Syafruddin di Mapolda Banten, Jl. Syeh Nawawi Al Bantani, Serang, Rabu (12/4).

Syafruddin meminta agar jajarannya selalu waspada aksi teror. Perintah rutin meningkatkan kewaspadaan dilakukan mencegah teror seperti di Mapolres Banyumas dan penembakan polisi di Tuban, terulang.

"Pengamanan komando rutin, cuma perlu diingatkan saja untuk lebih kuat," sambungnya.

Atas instruksi tersebut, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo, mengatakan jajaran polisi di daerahnya akan meningkatkan kewaspadaan. Polisi tidak boleh bertugas sendirian.

"Yang dimaksud siaga satu tentunya, dengan kejadian yang ada, semua pihak baik polri maupun masyarakatnya harus lebih waspada. Kalau ada orang mencurigai dan tidak dikenal yang memang menurut masyarakat ada hal yang harus dilaporkan ke kepolisian, silakan dilaporkan," kata Listyo.

Kewaspadaan ini menurutnya juga berlaku untuk semua warga Banten. Meskipun dalam kondisi siaga, sinergi pengamanan harus terjalin antara polisi dan warga.
"Sehingga kita mempunyai daya cegah dan daya tangkal untuk mengamankan wilayah Banten," ujarnya.

Perketat Markas Polisi
Menyikapi perintah Kapolri Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan mengimbau seluruh jajaran meningkatkan pengamanan di markas polisi.

Irjen Iriawan menyebut ancaman teroris yang menyerang polisi sebagai ancaman nyata. Peristiwa penyerangan terhadap polisi dan kantor polisi di Tuban, Jawa Timur, serta Banyumas, Jawa Tengah, menjadi salah satu evaluasi polisi untuk memperketat pengamanan dan penjagaan.

"Dua kasus (terorisme) sasaran polisi sudah terlihat. Pertama di Tuban, anggota polisi ditembak oleh teroris yang lewat sengaja. Alhamdulillah anggota kita sigap dan nanti para pamen-nya siap dan Mako kita jaga betul, diawasi betul," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Kapolda meminta setiap anggota yang bertugas di lapangan betul-betul mawas diri terhadap serangan kelompok terorisme. "Saya tidak mau ada korban anggota saya," ucapnya.

Polisi dan markas polisi kerap menjadi sasaran kelompok teroris karena dianggap sebagai thogut. Untuk itu, Iriawan kembali menekankan agar seluruh jajaran tetap waspada.

"Sampaikan ke seluruh anggota untuk amankan markas komando dan anggota lantas di jalan untuk waspada," katanya.

Balas Dendam
Dua anggota Polres Banyumas terluka setelah seorang lelaki bercadar menerobos masuk ke Mapolres Banyumas, Jawa Tengah. M Ibnu Dar (22), pelaku penyerangan diduga melakukan aksi balas dendam karena rekan sesama teroris di Tuban dan Lamongan diamankan bahkan ditembak mati oleh polisi.

"Dimungkinkan, kami patut waspada itu. Mereka juga kuat antar sesamanya ya. Satu ideologis mereka," ujar Kabag Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono, di Mabes Polri.

Ibnu diketahui merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Saat ini, JAD diketahui sedang diberikan perintah untuk menyerang aparat kepolisian.

Atas informasi itu, polisi akan terus mendalami apakah motif Ibnu benar-benar untuk melakukan balas dendam kepada polisi.

"Tim juga masih mendalami, terkait dengan jaringan Paciran, Lamongan, kemudian terkait dengan penembakan di Tuban, apa betul ada benang merah dari instruksi pimpinan JAD di sana. Apa betul mereka lakukan serangan balasan," ungkap Awi.

Saat menyerang Mapolres Banyumas, Ibnu berteriak 'Thagut, thagut' dengan lantang. Kata ini merujuk pada aktivitas mengabaikan perintah Tuhan dan lebih mementingkan aturan atau hal lain. (detikcom/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru