Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Kafe Amor Dirazia, Kapolres Taput Marah ke Anggotanya karena Membocorkan Informasi

- Selasa, 20 Juni 2017 10:45 WIB
936 view
Kafe Amor Dirazia, Kapolres Taput Marah ke Anggotanya karena Membocorkan Informasi
SIB/Bongsu Batara Sitompul
RAZIA KAFE : Kapolres Taput AKBP Jonius Taripar Hutabarat memimpin razia di Kafe Amor Siborongborong. Minggu (18/6) malam.
Taput (SIB) -Kafe Amor yang berlokasi di Desa Pohan Tonga Kecamatan Siborongborong dirazia  Polres Tapanuli Utara, Minggu (18/6)  malam sekira pukul 23.30 WIB. Razia dipimpin langsung   Kapolres AKBP Jonius Taripar Hutabarat didampingi tim medis  dipimpin Kadis Kesehatan dr Janri Nababan.

Namun saat dirazia, kafe malam milik RN itu sudah sepi pengunjung dan diduga ada kebocoran informasi dari personel polisi ke pemilik kafe.

Pantuan SIB di lapangan, saat  Kapolres bersama timnya tiba di lokasi, kafe sudah terlihat sepi. Hanya beberapa orang tamu yang masih berada di kafe sambil minum bir. Karena itu timbul kecurigaan Kapolres karena ada 9 meja yang masih lengkap dengan minuman botol tetapi pengunjungnya tidak ada. Padahal botol minuman masih  berisi setengah lagi dan gelas yang ada di meja pun masih berisi minuman.

Saat ditanyai, pemilik kafe berinisial RN berdalih tamu di meja itu sudah pulang sejak 2 jam sebelumnya . " Para tamu di meja ini sudah pulang dari tadi pak. Kalau minuman yang meja itu karena pelayan saya tadi lupa membereskannya pak, " ujarnya.

Melihat kondisi itu, Kapolres memerintahkan seluruh tamu yang masih berada di  kafe itu diperiksai mulai dari KTP dan dilakukan tes urine. Namun hasilnya negatif narkoba.

Setelah itu, dilakukan penggeledahan ke  semua ruangan. Namun semua ruangan tidak ada ditemukan wanita penghibur dan  minuman keras yang tidak berizin.

Atas kondisi itu, Kapolres Taput AKBP Jonius Taripar Hutabarat marah kepada personelnya. Ia menegaskan dalam razia itu terjadi kebocoran informasi dari personelnya kepada pemilik kafe.

"Saya merasa kecewa. Saya kira kita semua merah putih. Ternyata masih ada dari kita yang tidak merah putih. Dan saya ingatkan, hal ini jangan sampai terjadi lagi. Hari ini, razia ini mungkin bisa bocor tetapi ke depan razia pasti tidak akan bocor lagi, " ujarnya

Sebagaimana diketahui, pada akhir tahun 2016 lalu  masyarakat berdemo ke Kantor Bupati Taput yang dihadiri mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dan para perantau lainnya. Akhirnya  kafe-kafe di kawasan Pancur Napitu sekitarnya  ditutup. Tetapi kemudian kafe-kafe tersebut kembali buka
Masyarakat di sana  menghendaki kafe-kafe tersebut ditutup selamanya. Selain mempermainkan perasaan warga, masyarakat umum jadi  bertanya, adakah sesuatu di balik pemberian izin pendirian kembali kafe-kafe tersebut?.

Apakah kepentingan sekelompok kecil orang yang membuka usaha kafe yang disinyalir bernuansa negatif lebih penting, dibandingkan kepentingan masyarakat adat yang religius  di  kawasan Pahae dan Desa Pansur Napitu?. (G02 / G03/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru