Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Maret 2026

Dihantam Kereta Api, Potongan Tubuh Suparni br Panjaitan Terseret Sampai ke Stasiun Rantauprapat, Ribuan Warga Heboh

- Rabu, 21 Juni 2017 10:31 WIB
896 view
Dihantam Kereta Api, Potongan Tubuh Suparni br Panjaitan Terseret Sampai ke Stasiun Rantauprapat, Ribuan Warga Heboh
SIB/INT
Ilustrasi.
Rantauprapat (SIB) -Seribuan warga heboh dan berhamburan ke stasiun kereta api Rantauprapat setelah mendengar berita seorang wanita dihantam kereta api dan tubuhnya terseret sampai ke stasiun KA Jalan WR Supratman Rantauprapat, Senin (19/6) malam.

Wanita itu diketahui bernama Suparni br Panjaitan alias Wo (49), warga Pondok Baru Pondok Ladang Desa Afdeling I Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu, tepatnya di pinggiran rel. Tubuhnya hancur dihantam kereta api Sri Bilah Malam yang datang dari Medan tujuan Rantauprapat, sekitar pukul 21:05 WIB, sekira 8 menit lagi tiba di stasiun akhir Rantauprapat.

"Sebagian badannya terseret sampai ke stasiun, sekitar 1,5 kilometer dari tempat kejadian," sebut warga Pondok Ladang.

Suparni, kata warga, isteri seorang asisten afdeling kebun PTPN 3 Distrik Labuhanbatu I Kebun Bukit Tujuh, yang sedang kondisi sakit dan dirawat di rumah sakit Medan karena patah kaki setelah mobil yang dikemudikannya menabrak truk di Jalinsum Riau-Sumut, Kecamatan Torgamba Labusel, 2 minggu yang lalu.

Sejumlah sumber menyebut ibu rumah tangga beranak 3 itu sengaja mendatangi kereta api yang datang dari Medan malam itu, karena kecewa.

"Kata orang komplek, begitu Wo mendengar suara kereta api, langsung lari dari rumah dan berdiri di tengah rel yang kereta apinya sudah sangat dekat, sehingga langsung ditabrak dan tubuhnya hancur. Sebagian tubuhnya lengket di bagian kepala kereta api lalu terseret sampai ke stasiun," sebut warga.

Namun ada juga warga yang menyebut istri asisten kebun pelat merah itu sengaja menidurkan badannya di rel kereta api, sehingga terlindas.  

"Dari keterangan saksi di tempat kejadian perkara, bahwa korban benar bunuh diri," sebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, Selasa (20/6).

Setelah mendapat kabar tersebut, sejumlah anggota polisi langsung turun membawa ambulan ke stasiun KA yang sudah ramai dikerubuni warga. Polisi lalu mengevakuasi potongan-potongan tubuh korban yang berserakan lalu dibawa ke RSUD Rantauprapat untuk divisum.

"Potongan tubuhnya berserakan, kondisi mayat sangat mengenaskan sama seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi di Tebangan," tambah Kasat Reskrim.

Tetapi malam itu beberapa bagian anggota tubuh korban tidak dapat  ditemukan karena situasi malam yang gelap. Kemudian pencarian dilanjutkan Selasa pagi, akhirnya polisi bersama warga menemukan kepala yang sudah rusak, kaki dan telapak tangan korban.

Hasil visum et repertum di RSUD Rantauprapat malam itu menyebut jasad wanita tersebut tanpa kepala.

"Ya, juga tanpa busana," kata dr Dewi yang melakukan visum, menjawab wartawan.

Tubuh korban yang belum lengkap dijemput pihak keluarga pada pukul 11:55 WIB, langsung dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Banyak pelayat datang ke rumah duka. Korban disebut akan langusng dikebumikan, Selasa (20/6) sore.

Pekan lalu tepatnya 13 Juni 2017, kata Kasat Reskrim, seorang laki-laki dilindas kereta api di jalur rel kereta api (KA) Dusun Tebangan Desa Kampungbaru Kecamatan Bilah Barat Lahuhanbatu.

Jasad pria itu ditemukan tanpa identitas, hanya menggenakan kaos biru dan celana coklat, ditemukan sudah tidak bernyawa di atas Jalur KA jurusan Rantauprapat-Medan.

"Kondisinya sangat mengenaskan, kaki dan kepalanya nyaris terpisah dari tubuhnya," ungkap Rahmi. (BR6/F01/F05/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru