Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Pospera-KIAMaT Demo Kejaksaan Soal Dugaan Korupsi Tower WiFi yang Seret Nama Anak Bupati Labuhanbatu

- Selasa, 14 November 2017 10:48 WIB
474 view
Pospera-KIAMaT Demo Kejaksaan Soal Dugaan Korupsi Tower WiFi yang Seret Nama Anak Bupati Labuhanbatu
Rantauprapat (SIB)- Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Labuhanbatu bersama Koalisi Independent Anti Mafia Terstruktur (KIAMaT) demo di depan kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Senin (13/11).

Mereka minta Kejaksaan mengusut secara tuntas kasus dugaan mark up tower Wifi di 75 Desa se Labuhanbatu.

"Harus diusut sampai tuntas keterlibatan semua pihak termasuk jikapun ada keterlibatan anak Bupati," kata Ishak penanggung jawab aksi dalam orasinya.
Mereka mengaku kecewa jika Labuhanbatu sejak dipimpin pejabat tersebut terkesan bobrok akibat adanya isu korupsi yang menyeret-nyeret keluarganya.

Bahkan Ishak mengecam adanya isu yang beredar di Labuhanbatu bahwa pihak pejabat tersebut kerap menjual-jual nama politisi PDI Perjuangan di Senayan agar bisa lepas dari jeratan hukum, khususnya korupsi.

"Jangan jual-jual nama Trimedya, saya merupakan juru Kampanye Trimedya di Labuhanbatu," kata Ishak lagi.

Dalam aksi tersebut, Ishak menuntut agar pihak kejaksaan secara tuntas dan maksimal mengusut dugaan korupsi tower Wifi, karena mereka akan terus melakukan pengawalan terhadap kasus tersebut.

Selain mendesak pengusutan tower Wifi oleh pihak Kejaksaan, para demonstran juga membeberkan adanya indikasi korupsi lainnya di tubuh Pemkab Labuhanbatu seperti adanya dugaan korupsi pembelian 2 buah kacamata istri pejabat yang nilainya sebesar Rp 7,9 juta diambil dari kas Setdakab Labuhanbatu. "Apa boleh istrinya pakai uang negara beli kacamata,?" teriaknya.

Tidak memakan waktu lama berorasi di depan kantor Adhyaksa, pihak demonstran akhirnya diajak masuk ke ruang Kepala Kejaksaan Negeri. Sebanyak lima orang pendemo akhirnya bertemu dengan Kepala Kejaksaan Setyo Pranoto SH.

Di ruangan tersebut para aktivis ini, berdialog dengan Kajari terkait penuntasan kasus hukum tower Wifi dan sejumlah dugaan korupsi lainnya yang terjadi di tubuh Pemkab Labuhanbatu. Seperti dugaan adanya penggunaan uang kas daerah yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Para demonstran kemudian menyerahkan laporan secara resmi ke pihak kejaksaan disertai foto copy pembelian kaca mata.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Setyo Pranoto berjanji akan menindaklanjuti seluruh tuntutan para aktivis. Terkhusus soal pembelian kacamata di hadapan pendemo Kajari memerintahkan Kepala Seksi Intelijen Ricardo Marpaung segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Bahkan Kajari juga mengapresiasi masyarakat Labuhanbatu khususnya para aktivis yang bersedia mengawal penegakan hukum di Labuhanbatu, agar terhindar dari intervensi-intervensi pihak tertentu.

"Kejaksaan akan melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan hukum dan perundangan undangan yang berlaku," tandas Kajari. (F05/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru