Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Oktober 2026

Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba Minta Stakeholder Serius Tangani Banjir di Tebingtinggi

* Diperlukan Pembebasan Lahan di Wilayah Sungai Mencakup Sergai
- Senin, 04 Desember 2017 15:27 WIB
621 view
Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba Minta Stakeholder Serius Tangani Banjir di Tebingtinggi
Parlindungan Purba
Medan (SIB) -Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba meminta sejumlah stakeholder serius menangani persoalan banjir di Kota Tebingtinggi.

Dia mengatakan, Kota Tebingtinggi belum memiliki program penanganan banjir, padahal terdapat tiga sungai besar yang mengaliri kota itu. "Saya mendapat informasi bahwa belum ada program penanganan banjir di Tebingtinggi, padahal ada tiga sungai besar yang melintasi kota itu," kata Parlindungan di Grand Aston City Hall Medan Jalan Balai Kota Medan, Minggu (3/12).

Menurut dia, diperlukan tindakan preventif, sehingga bencana banjir dapat dicegah dan tak terulang lagi. Sebab, banjir ini bukan yang pertama melanda kota tersebut. Beberapa hal yang mesti dibenahi adalah kondisi sungai serta penataan penduduk.

Dia menjelaskan, adapun tiga  sungai yang melintasi Kota Tebingtinggi, yakni Sungai Sei Padang, Sungai Sei Bahilang dan Sungai Sibaro. Namun dari ketiga sungai ini, satu di antaranya berhulu di Kabupaten Serdangbedagai. Karenanya, kedua pemerintah daerah tersebut mesti duduk bersama mencari solusi. "Kalau tidak, ya begini-begini terus setiap cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi," katanya.

Dia mengatakan, dirinya akan segera berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera mencairkan dana penanggulangan banjir di Kota Tebingtinggi.

Berdasarkan data yang dihimpun, katanya, sebanyak 22 kelurahan di Kota Tebingtinggi dilanda banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter. Banjir ini mengakibatkan 4.833 kepala keluarga dievakuasi ke sejumlah posko penampungan.

DIPERLUKAN PEMBEBASAN LAHAN
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Wilayah Sungai II Sumut Junjungan Saragih membenarkan ada tiga sungai yang melintasi Kota Tebingtinggi. Karena curah hujan yang tinggi, ketiga sungai ini meluap sehingga membanjiri kota tersebut.

Di sisi lain, Junjungan juga membenarkan bahwa saat ini belum ada program penanganan banjir di kota tersebut. "Di Tebing itu banjir  karena curah hujan tinggi, kemudian di kota itu belum ada pengendali banjir. Dan ada yang khas, yaitu kota ini merupakan pertemuan tiga sungai. Kalau lagi curah hujan tinggi ya menuju Tebingtinggi," katanya melalui sambungan telepon.

Dia menambahkan, diperlukan pembebasan lahan di wilayah sungai-sungai yang melintasi Kota Tebingtinggi guna mencegah bencana serupa terulang. Namun, karena berbagai alasan, pembebasan lahan itu cukup rumit. "Kalau kami sudah punya detail pengendalian banjir, memang terus terang ini masih dievaluasi.
Dibutuhkan semacam bypass, jadi Sungai Bahilang yang masuk ke Tebingtinggi dibuat alur baru sehingga keluar dari kota. Tapi problem-nya perlu pembebasan tanah cukup luas, berkilo-kilo meter. Dan itu susahnya, wali kota (Tebingtinggi) tidak bisa berbuat apa-apa karena tanahnya di Serdangbedagai," katanya. (A11/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru