Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026
Protes Trump Soal Yerusalem, Kota Nazareth Tak Rayakan Natal

AS Ingatkan Warganya di Indonesia Hindari Demonstrasi

* Presiden Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Tertib
- Minggu, 17 Desember 2017 11:00 WIB
472 view
AS Ingatkan Warganya di Indonesia Hindari Demonstrasi
Nazareth (SIB) -Nazareth, kota tempat Yesus atau Nabi Isa Almasih menghabiskan masa kanak-kanak, tahun ini tidak merayakan Natal. Wali Kota Nazareth Ali Salam, membatalkan  seluruh rangkaian Perayaan Natal, sebagai protes atas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. "Identitas dan iman kami tidak untuk diperdebatkan," kata Salam yang beragama Islam, seperti dilaporkan The Times of Israel, Jumat (15/12). "Keputusan (Donald Trump soal Yerusalem) telah melenyapkan kegembiraan karena itu kami membatalkan festival tahun ini," kata Salam.

Dewan Kota mengumumkan pembatalan seluruh rangkaian acara, termasuk festival dan pasar Natal, Kamis (14/12). Kota itu akan menyalakan Pohon Natal, tapi tidak menggelar perayaan apapun.

Nazareth adalah salah satu dari kota suci bagi umat Kristen, Di sanalah Malaikat Gabriel atau Jibril dalam ajaran Islam memberitahukan kepada Bunda Maria bahwa dirinya sedang mengandung bayi Yesus. Menurut Kitab Perjanjian Baru, Yesus juga dibesarkan di kota itu. Nazareth juga dikenal sebagai ibu kota warga Arab di Israel. Dua pertiga penduduknya beragama Islam, dan sepertiganya beragama Kristen.

Perayaan Natal di kota itu bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan acara yang mendatangkan pendapatan yang cukup besar bagi kota tersebut.
Perayaan Natal di Nazareth mengundang banyak turis mancanegara setiap tahunnya.  Tiadanya perayaan Natal tahun ini, yang diputuskan sebagai protes terhadap langkah Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel,  tampaknya bakal berdampak pada kota tersebut.

HINDARI DEMONSTRASI
Dibagian lain Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui perwakilannya di Jakarta mengingatkan warganya untuk menghindari lokasi demonstrasi terkait pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, pada Minggu (17/12).

Mengutip keterangan resmi id.usembassy.gov., Sabtu (16/12), meski demontrasi berlangsung damai,dapat SAJA berubah menjadi konfrontatif dan meningkat menjadi kekerasan.

Warga AS diminta berhati-hati jika berada di sekitar kerumunan dan demonstrasi.

Kedubes AS mencatat sejumlah rencana demonstrasi di beberapa fasilitas diplomatik pemerintah Amerika Serikat di Indonesia.

Pada Minggu (17/12) sekitar pukul 06.00 WIB sekitar 10.000 orang akan berkumpul di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), yang berlokasi tidak jauh dari Kedubes AS di Jakarta.

Kedubes AS juga mencatat aksi serupa pada hari yang sama di Medan, Sumatera Utara. Tercatat sekitar 1.000 orang akan berkumpul di Mesjid Raya Al-Mashun, yang berjarak sekitar 1/2 mil dari Konsulat Jenderal AS.

Pihak Kedubes juga mengingatkan warganya atas aksi serupa di depan Konsulat Jenderal AS di Surabaya pada Minggu (17/12) dan Selasa (19/12). Dalam lamannya, pihak perwakilan pemerintah AS di Indonesia menyatakan Polri telah menyiagakan aparatnya untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

YAKIN TERTIB
Sementara itu, Presiden Joko Widodo meyakini Aksi Bela Palestina atau disebut aksi 1712 berlangsung dengan tertib.

"Ya saya kira (aksi 1712) baik-baik saja, semua yang berkaitan dengan dukungan terhadap Palestina, saya kira sudah menjadi 'concern', sudah menjadi komitmen negara kita, rakyat kita untuk terus berpihak kepada Palestina," kata Presiden Joko Widodo seusai Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di lapangan Candi Prambanan Yogyakarta.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), akan menggelar Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas).

"Peran kita untuk membantu Palestina juga sangat dihargai oleh negara-negara Islam lainnya. Dalam sidang istimewa luar biasa OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)) tiga hari yang lalu, peran kita dalam konferensi itu sangat besar sekali," ungkap Presiden.

Presiden juga sudah menyampaikan enam usulan Indonesia dalam KTT luar biasa OKI.

"Kemarin sudah saya sampaikan, (rekomendasi) itu banyak terakomodasi dalam deklarasi Istambul. Dalam komitmen-komitmen kita dalam penyelesaian Palestina baik di PBB maupun komitmen negara lain dalam memberikan dukungan kepada Palestina," tambah Presiden.

Enam usulan tersebut adalah pertama, OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral AS dan "solusi dua negara" adalah satu-satunya solusi dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Kedua, Presiden mengajak semua negara yang memiliki Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel untuk tidak mengikuti keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

Ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina, untuk segera melakukannya.

Keempat, bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik.

Kelima, anggota OKI harus mengambil langkah bersama meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatkan kapasitas dan kerja sama ekonomi kepada Palestina.
Keenam, OKI menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral untuk mendukung Palestina, termasuk di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Aksi bela Palestina sendiri akan diawali dengan kegiatan shalat subuh bersama di Monas. Setelah itu akan dilanjutkan dengan orasi menentang penjajahan Palestina, nasyid, pembacaan puisi serta doa dan zikir bersama hingga selesai pukul 12.00 WIB.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan masyarakat Indonesia terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (CNNI/Ant/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru