Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Diduga Memproduksi Mi Formalin, 4 Tempat Berbeda di Siantar-Simalungun Digerebek BBPOM Medan

* 1,2 Ton Lebih Mi Formalin, Bahan Baku Cairan, 4 Unit Mesin Produksi Disita
- Senin, 05 Februari 2018 10:44 WIB
680 view
Diduga Memproduksi Mi Formalin, 4 Tempat Berbeda di Siantar-Simalungun Digerebek BBPOM Medan
SIB/Andomaraja P Sitio
MI BERFORMALIN: Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan didampingi petugas dari dinas kesehatan dan kepolisian memaparkan hasil penggerebekan mi berformalin di Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar, Sabtu (3/2) sore. Mi berformalin 1,2 ton disita d
Pematangsiantar (SIB)- Diduga tempat memproduksi mi berformalin, empat tempat berbeda di Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun digerebek Balai Besar Pengoperasian Obat dan Makanan (BBPOM) Medan.

Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan saat pemaparan hasil penggerebekan mi berformalin kepada wartawan di Jalan Melanthon Siregar Siantar Marihat, Pematangsiantar, Sabtu (3/2) menerangkan, dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan mi formalin beserta barang bukti lainnya.
"Ada empat tempat berbeda kita gerebek dalam waktu satu hari, mi formalin yang diamankan 1,2 ton lebih, cairan formalin 10 liter, mesin produksi 10 unit dan timbangan 1 unit. Tersangka ada dua orang," katanya.

Dari Dusun Karang Sari katanya, petugas mengamankan mi berformalin 1005 Kg, bahan cairan formalin 10 liter, borak 2 Kg, mesin produksi 3 unit dan timbangan 2 unit dan tersangka satu. Sementara dari Serbelawan mi kuning 33 Kg, wadah formalin 2 unit, mesin produksi 2 unit. Sementara dari Jalan Pattimura Pematangsiantar berupa mi berformalin 175 Kg, air rebusan 1 liter, centong formalin 1 buah dan mesin produksi 2 unit dan tersangka melarikan diri dan masih pencarian. Selanjutnya dari Jalan Jambu Gang Rambung Merah disita borak 50 gram, mi kuning 27 Kg, air rebusan mi 100 Ml, mesin produksi 3 unit dan seorang tersangka ditetapkan satu orang.

Yulius menerangkan penggerebekan tempat memproduksi mi berformalin di Pematangsiantar dan Simalungun bukan hanya terjadi kali ini dan sudah berulang-ulang karena mengancam kesehatan masyarakat. "Ini diyakini sudah menyebar kemana-mana dan kita tidak main-main memberantasnya," sebutnya.

Menurut Yulius, bila dilihat dari hasil penggerebekan, ini membuktikan produksi mi formalin cukup tinggi dan menyebar luas ke daerah lain. "Ini jelas mengancam keselamatan masyarakat luas. Sudah berapa jiwa yang terkena serangan penyakit akibat mengonsumsi mi formalin," katanya.

Ditegaskan Yulius dampak mengonsumsi mi berformalin terjadi bukan pada saat ini, melainkan 5-10 tahun ke depan kesehatan masyarakat akan terganggu seperti penyakit  ginjal, kanker. "Jadi bila ini dibiarkan terus menerus beredar akan membahayakan masyarakat luas. Yang dimakan harganya murah dan terkena penyakit tidak sebanding biaya perobatan akan dikeluarkan dengan harga pembelian mi itu," katanya.

Saat ditanya para pelaku apakah sudah lama melakoni bisnis bahan makanan yang membahayakan itu, Yulius menerangkan pengakuan mereka kepada petugas ada menyebutkan baru melakoni bisnis mi formalin dua bulan dan tiga bulan, tapi tidak menutup kemungkinan justru pelaku bisa jadi sudah bertahun-tahun memproduksi mi formalin dan itu sah-sah saja pengakuan mereka kepada petugas. (D11/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru